AksaraKaltim – Ada yang berbeda dengan pelaksanaan bursa kerja atau Job Fair yang digagas Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) Kota Bontang tahun 2026. Event tahunan yang paling dinanti publik tersebut dipastikan tampil dengan konsep baru yang lebih segar, kreatif, dan melibatkan berbagai unsur masyarakat.
Tidak sekadar menjadi tempat berburu lowongan kerja yang kaku dan formal, Job Fair Bontang 2026 akan disulap menjadi ruang kolaborasi yang memadukan dunia kerja, hiburan, dan pemberdayaan ekonomi lokal.
Kepala Disnaker Bontang, Asdar Ibrahim, mengungkapkan bahwa pihaknya secara resmi menggandeng Masyarakat Sadar Wisata (Masata) sebagai mitra pelaksana. Langkah strategis ini diambil agar kemasan acara jauh lebih semarak dan mampu menarik antusiasme masyarakat secara luas.
“Job fair kali ini tidak sekadar menghadirkan bursa kerja formal. Kami ingin membuat suasananya lebih hidup dengan mengombinasikannya bersama hiburan dan kegiatan ekonomi kreatif,” ujar Asdar.
Selain menyajikan bursa kerja utama, Disnaker Bontang juga turut merangkul Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) serta para pelaku UMKM lokal. Keterlibatan multi-sektor ini diharapkan mampu memberikan dampak domino yang positif bagi perputaran ekonomi daerah.
Guna menyemarakkan atmosfer acara, panitia juga telah menyiapkan beragam pertunjukan seni dan perlombaan menarik. Melalui konsep fresh ini, Disnaker berharap masyarakat tidak hanya datang untuk melamar pekerjaan, tetapi juga menikmati produk lokal dan hiburan yang disajikan.
Meski dikemas lebih santai dan menghibur, Disnaker tetap fokus pada misi utamanya menekan angka pengangguran. Tahun ini, Disnaker menargetkan jumlah lowongan kerja yang tersedia dapat melampaui capaian event sebelumnya yang berhasil menyediakan hingga 310 posisi dari berbagai perusahaan mitra.
Komitmen Disnaker Bontang dalam memberikan pelayanan prima (excellent service) juga dibuktikan dengan hadirnya stan pelayanan administrasi langsung di area Job Fair.
Untuk mempermudah para pencari kerja, Disnaker akan membuka layanan pembuatan baru maupun perpanjangan Kartu AK-1 atau yang akrab dikenal sebagai kartu kuning. Fasilitas on the spot ini dihadirkan agar para pelamar kerja bisa langsung melengkapi dokumen administrasi mereka tanpa harus repot datang ke kantor dinas terlebih dahulu.
Melalui perpaduan konsep bursa kerja, pameran UMKM, hiburan kreatif, dan kemudahan layanan publik ini, Disnaker Bontang optimistis Job Fair tahun ini akan menjadi momentum kebangkitan tenaga kerja lokal yang kompetitif sekaligus penggerak ekonomi Kota Taman yang maju dan sejahtera. (Adv)






