AksaraKaltim – Sejumlah inovasi pelayanan perpajakan disiapkan oleh Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Bontang, untuk mempermudah masyarakat sekaligus meningkatkan kepatuhan wajib pajak. Salah satu program yang segera diluncurkan adalah Bapenda Menyapa, sebuah program terpadu yang menggabungkan pelayanan, edukasi, digitalisasi, hingga pemberian penghargaan kepada wajib pajak.
Kepala Bapenda Bontang Natalia Trisnawati mengatakan, Bapenda Menyapa menjadi “rumah besar” berbagai kegiatan pelayanan perpajakan yang akan dilaksanakan di tiga kecamatan secara bersamaan.
“Di dalamnya ada Gebyar Pajak, Bapenda Mengajar, layanan jemput bola, konsultasi langsung dengan kepala badan, hingga sosialisasi berbagai jenis pajak daerah,” ujarnya.
Melalui program tersebut, masyarakat tidak hanya memperoleh informasi perpajakan, tetapi juga dapat langsung mengurus berbagai layanan tanpa harus datang ke kantor Bapenda.
Natalia menjelaskan, salah satu inovasi yang akan diluncurkan adalah pembayaran Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) berbasis digital. Masyarakat nantinya cukup memasukkan Nomor Induk Kependudukan (NIK) dan Nomor Objek Pajak (NOP) melalui aplikasi untuk melihat Surat Pemberitahuan Pajak Terutang (SPPT) PBB, kemudian langsung melakukan pembayaran secara daring.
Selain itu, pembayaran PBB juga akan didukung dengan sistem QRIS yang sebelumnya belum tersedia. “QRIS ini akan kami luncurkan bersamaan dengan kegiatan Bapenda Menyapa sehingga masyarakat semakin mudah melakukan pembayaran pajak,” jelasnya.
Tidak hanya itu, Bapenda juga tengah mengembangkan dashboard baru yang akan menampilkan informasi capaian realisasi pajak sekaligus perkembangan piutang pajak daerah.
Dashboard tersebut nantinya tidak hanya memperlihatkan persentase realisasi penerimaan, tetapi juga besaran piutang pada masing-masing jenis pajak beserta penurunannya dari waktu ke waktu.
“Kami ingin masyarakat bisa melihat perkembangan realisasi sekaligus piutang pajak. Jadi informasinya semakin lengkap,” katanya.
Natalia menegaskan seluruh inovasi digital tersebut dikembangkan secara mandiri oleh sumber daya manusia Bapenda tanpa melibatkan pihak ketiga.
Menurutnya, langkah tersebut menjadi bentuk efisiensi anggaran sekaligus upaya memberdayakan pegawai internal agar mampu menghasilkan inovasi pelayanan publik berbasis teknologi.
Ia berharap berbagai inovasi tersebut dapat meningkatkan kemudahan pembayaran pajak, memperkuat transparansi, serta mendorong peningkatan pendapatan asli daerah Kota Bontang. (Adv)






