Bontang Catat 43 Kasus Baru HIV/AIDS, Salah Satu Penyebab dari Hubungan Sejenis

Ilustrasi bahaya HIV/AIDS. (Istimewa).

AksaraKaltim – Sebanyak 43 kasus baru HIV/AIDS tercatat di Bontang dari Januari sampai hari ini, Selasa (27/10/2026).

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (Kabid P2P) Dinas Kesehatan (Dinkes), Sudirman, mengatakan faktor terbesar penyebab penularan HIV/AIDS yakni dari kelompok yang berhubungan langsung. Seperti, penularan dari orang Dengan HIV/AIDS pada pasangan. Selain itu, penyebab lainnya bisa berasal dari calon pengantin atau penderita tuberkulosis (TB).

“Hubungan sesama jenis juga menjadi salah satu penyebabnya,” ungkap Sudirman, Selasa (27/10/2026).

Lebih jauh disampaikan Sudirman, selama dua tahun terakhir kasus HIV/AIDS di Bontang didominasi oleh kaum pria. Pada 2025, dilaporkan dari 52 kasus HIV/AIDS sebanyak 39 penderita di antaranya merupakan pria, sedangkan pada 2026, tercatat 24 pria terjangkit HIV/AIDS.

BACA JUGA:  Tak Kunjung Ditemukan, Pencarian Kapten Kapal Asal China Dihentikan

Sudirman menyampaikan saat ini kondisi penderita HIV/AIDS di Bontang terpantau normal. Mereka juga rutin melakukan pengobatan dengan antiretroviral (ARV) untuk menekan perkembangan virus HIV dalam tubuh.

“Kondisi mereka normal karena pasien rutin melakukan pengobatan dengan ARV untuk menekan virusnya,” ucap Sudirman.

Sudirman menjelaskan, gejala awal HIV biasanya berupa pembengkakan kelenjar getah bening, terutama terjadi di area leher, ketiak, atau selangkangan. Karena sistem imun sedang aktif bekerja.

BACA JUGA:  BCC Berlangsung Besok, Empat Jalan Ditutup dan Berikut Jalan Bisa Dilewati

Kemudian, demam tinggi dan menggigil, bahkan suhu tubuh biasanya naik melebihi 38 derajat, merupakan respons peradangan dan juga menjadi salah satu gejala awal dari HIV/AIDS.

Selain itu, sakit tenggorokan dan sariawan parah yang menyebabkan luka atau radang di mulut hingga tenggorokan terasa nyeri saat menelan.

“Lalu, ruam kulit yang menimbulkan bercak atau bintik kemerahan. Biasanya muncul di dada, punggung atau wajah yang biasanya sering kali tidak gatal,” jelas Sudirman.

BACA JUGA:  Ngaku Adik Kakak, Pasangan Diluar Nikah Terjaring Razia Gabungan di Bontang

Adapun untuk pencegahan, bisa dilakukan dengan menjauhi pergaulan yang mengarah ke seks bebas. Kemudian, tidak menggunakan jarum suntik secara bergantian atau bersamaan.

Sudirman juga menekankan agar masyarakat melakukan tes HIV secara rutin, terutama bagi ODHIV, agar terkontrol dan tidak menularkan kepada orang lain.

“Hindari berbagai jarum suntik dan jika ingin melakukan hubungan seks disarankan menggunakan pengaman,” imbau Sudirman

 Penulis : Rahmat Ibnu.

Deprecated: htmlspecialchars(): Passing null to parameter #1 ($string) of type string is deprecated in /home/u311674831/domains/aksarakaltim.id/public_html/wp-includes/formatting.php on line 4731