Proyek Metanol Rp41 Triliun di Bengalon Kutim, Seberapa Besar Dampaknya bagi Masyarakat?

Aktivitas pertambangan batu bara.

AksaraKaltim – Bupati Kutai Timur (Kutim) Ardiansyah Sulaiman menyatakan proyek gasifikasi batu bara menjadi metanol di Batuta Chemical Industrial Park (BCIP) Bengalon yang pembangunannya sedang berjalan, total nilai investasinya diproyeksi Rp41 triliun dan ditarget beroperasi 2029.

“Proyek pengolahan batu bara menjadi metanol ini menjadi bagian dari transformasi ekonomi dan energi daerah, sebagai langkah meningkatkan nilai tambah sumber daya alam,” ujar Ardiansyah di Sangatta, Kutim, Kalimantan Timur, Jumat seperti diberitakan Antara.

Proyek tersebut merupakan bagian dari program hilirisasi sumber daya alam Kutim dan masuk dalam Proyek Strategis Nasional (PSN) dan telah dilakukan peletakan batu pertama pada 31 Agustus 2026.

BACA JUGA:  Investasi Rp37 Triliun Masuk Kutim, Pabrik Metanol Raksasa Siap Serap Jutaan Ton Batu Bara

Di tahap awal, kawasan BCIP di Desa Sekurau, Kecamatan Bengalon itu ditarget mampu memproduksi sekitar 2 juta ton metanol per tahun, termasuk produk sampingan pada 2029.

“Hilirisasi batu bara ini menjadi peluang untuk memperkuat perekonomian daerah dan masyarakat sekitar, karena masuknya investasi di sektor industri pengolahan tidak hanya meningkatkan aktivitas ekonomi, tetapi juga membuka kesempatan kerja bagi masyarakat,” katanya.

Sementara saat membuka kegiatan Kick Off Sustain Kutim Phase 2 di Sangatta, Kamis (29/10/2026), bupati juga mengatakan, selain BCIP, kawasan pendukung hilirisasi lainnya adalah Kawasan Ekonomi Khusus Maloy dengan target investasi Rp30 triliun, sehingga total proyeksi investasi di kedua kawasan itu mencapai Rp71 triliun.

BACA JUGA:  Kaltim Bidik Produksi 2 Juta Ton Metanol per Tahun dari Batu Bara Kutim

Pengembangan industri ini sejalan dengan visi pembangunan jangka panjang yang telah dirintis sejak 2001. Sedangkan pembangunan infrastruktur gasifikasi batu bara menjadi metanol di BCIP Bengalon diharapkan terus berjalan lancar secara bertahap.

Hilirisasi batu bara, lanjut ia, bukan sekadar untuk menambah nilai ekonomi, tetapi juga bagian dari transisi energi nasional. Di sisi lain, pengembangan kelapa sawit yang menjadi sektor andalan Kutim juga terus dilakukan, termasuk untuk mendukung program bahan bakar B50.

BACA JUGA:  Prabowo Dorong BBM dari Batu Bara, Bahlil Ungkap Alasannya

Terlebih Kabupaten Kutim tercatat memiliki perkebunan kelapa sawit terluas di Kalimantan Timur sekitar 500 hektare dari total 1,43 juta hektare di seluruh Kalimantan Timur.

Di tengah optimisme pembangunan, Ardiansyah mengingatkan pentingnya pengelolaan lingkungan yang ketat. Seluruh pihak pun diminta waspada terhadap cuaca ekstrem, kekeringan lahan, serta potensi kebakaran hutan dan lahan di sekitar kawasan industri dan perkebunan.

Deprecated: htmlspecialchars(): Passing null to parameter #1 ($string) of type string is deprecated in /home/u311674831/domains/aksarakaltim.id/public_html/wp-includes/formatting.php on line 4731