AksaraKaltim – Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni, resmi mengukuhkan Bunda Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) tingkat kecamatan dan kelurahan se-Kota Bontang, Selasa (2/6/2026).
Neni menyampaikan bahwa predikat Bunda PAUD membawa peran besar sekaligus beban tanggung jawab moral yang tinggi dalam mengawal tumbuh kembang generasi penerus di Kota Taman. Pengukuhan yang dilaksanakan hari ini buka hanya sekedar agenda seremonial semata.
“Kita semua memiliki tanggung jawab moral di sini, termasuk saya sebagai Bunda PAUD Kota Bontang,” ujar Neni dalam sambutannya.
Menurut Neni, pengukuhan ini merupakan momentum krusial untuk menggerakkan pengembangan PAUD dari tingkat kota hingga ke level kelurahan. Kehadiran Bunda PAUD diharapkan mampu menjadi tokoh sentral dan mitra utama pemerintah dalam mewujudkan gerakan nasional PAUD bermutu.
“Bunda PAUD harus mampu menjadi penggerak dan jembatan penghubung kebijakan pemerintah hingga ke tingkat keluarga,” tambahnya.
Salah satu isu yang disorot Neni, masih adanya anak usia 5 hingga 6 tahun di Bontang yang belum mengenyam pendidikan PAUD. Oleh karena itu, ia menekankan pentingnya program wajib belajar satu tahun pra sekolah.
“Jangan sampai ada anak yang kehilangan haknya untuk tumbuh dan berkembang secara optimal. Pendidikan PAUD adalah fondasi awal untuk menggali potensi diri, membentuk kemandirian, kemampuan sosial-emosional, serta literasi awal anak melalui metode belajar yang menyenangkan,” jelasnya.
Neni juga mengingatkan bahwa selain pendidikan, anak-anak juga memiliki hak mendasar lainnya yang wajib dipenuhi, seperti hak kesehatan dan keamanan.
Di sisi lain, Neni tidak juga mengingatkan pentingnya peran lingkungan keluarga. Ia berpesan agar orang tua tetap mengambil porsi terbesar dalam pembentukan karakter anak di rumah.
“Ibu adalah madrasah pertama bagi anak,” tuturnya mengingatkan.
Memotivasi masyarakat, organisasi wanita, dunia usaha, dan instansi terkait untuk aktif berpartisipasi dalam pembinaan dan pengembangan layanan PAUD. Kedua, Memastikan setiap anak usia dini di wilayahnya mendapatkan akses layanan pendidikan, kesehatan, gizi, perawatan, pengasuhan, perlindungan, dan kesejahteraan secara menyeluruh (PAUD Holistik Integratif / PAUD HI).
Lalu, mengampanyekan pentingnya pendidikan anak usia dini kepada orang tua dan masyarakat luas agar kesadaran akan masa emas (golden age) anak meningkat dan sebagainya. (Adv)






