AksaraKaltim – Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Bontang menilai sektor retribusi daerah masih memiliki ruang pertumbuhan yang jauh lebih besar dibandingkan pajak daerah. Oleh karena itu, optimalisasi retribusi kini menjadi salah satu fokus utama pemerintah untuk mendongkrak Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Kepala Bapenda Kota Bontang, Natalia Trisnawati mengungkapkan bahwa hingga Triwulan II 2026, capaian pajak daerah sejatinya masih berada pada jalur yang sesuai target. Hal ini berbanding terbalik dengan retribusi daerah yang dinilai masih menyimpan banyak potensi tersembunyi.
“Kalau pajak, ruang peningkatannya sudah tidak terlalu besar karena potensinya sudah banyak tergarap. Tetapi retribusi masih sangat besar peluangnya untuk dikembangkan,” ujar Natalia.
Menurut Natalia, salah satu sektor dengan peluang paling menjanjikan adalah retribusi parkir. Berdasarkan data pemerintah daerah, dari sekitar 20 titik parkir resmi yang telah ditetapkan melalui kebijakan pemerintah, baru sebagian kecil yang benar-benar memberikan kontribusi optimal terhadap PAD.
“Masih banyak titik parkir yang belum termanfaatkan secara optimal. Padahal potensinya cukup besar apabila seluruh lokasi bisa dikelola dengan baik,” paparnya.
Selain parkir, Bapenda juga melirik peluang penerimaan dari geliat sektor pariwisata. Meningkatnya aktivitas kunjungan di sejumlah destinasi wisata Kota Bontang dinilai membuka keran retribusi baru, baik dari retribusi parkir maupun jasa layanan pendukung lainnya.
Tak kalah krusial, pemanfaatan barang milik daerah atau aset Pemkot Bontang juga menjadi sorotan. Gedung pemerintah, fasilitas olahraga, hingga kawasan aset lain yang selama ini belum produktif diproyeksikan mampu menjadi sumber pendapatan baru jika dikelola secara maksimal.
Meski mengakui terdapat beberapa pos retribusi yang realisasinya belum mencapai target pada semester pertama tahun ini, Natalia optimistis kondisi tersebut dapat dikejar hingga akhir tahun anggaran.
Terlebih, beberapa jenis retribusi lain tercatat mampu melampaui target, sehingga dapat menutupi kekurangan pada sektor yang masih lemah.
“Kami terus melakukan evaluasi bersama Organisasi Perangkat Daerah (OPD) pengelola retribusi setiap bulannya. Harapannya, seluruh potensi yang ada bisa dimaksimalkan sehingga target pendapatan daerah dapat tercapai,” pungkasnya. (Adv)






