AksaraKaltim — Semangat kesetaraan literasi kini terasa nyata di Perpustakaan Daerah Kota Bontang. Melalui hadirnya ruang Perpustakaan Ramah Disabilitas dan Lansia (Persia), perpustakaan tak lagi sekadar tempat membaca biasa.
Melainkan ruang hangat di mana semua warga tanpa terkecuali memiliki hak dan kesempatan yang sama untuk belajar, berkreasi, dan berkembang.
Komitmen ini diwujudkan lewat penyediaan berbagai fasilitas penunjang yang nyaman bagi pengunjung Persia. Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (DPK) Bontang menghadirkan komputer bicara, buku braille versi awas dan non-awas, kaca pembesar khusus lansia, hingga ketersediaan kursi roda dan tongkat.
Bahkan, bagi rombongan murid Sekolah Luar Biasa (SLB), perpustakaan menyiapkan tayangan video edukatif melalui layar televisi sebelum mereka memulai aktivitas belajar kelompok.
Akses menuju Ruang Perisa dirancang amat ramah. Pengunjung dapat masuk melalui lobi utama yang sudah disesuaikan untuk penyandang disabilitas, atau memanfaatkan akses khusus dari area parkir belakang yang aman dan terhubung langsung bagi pengunjung tunanetra.
Tak hanya fisik gedung yang ramah bagi disabilitas dan lansia, kesetaraan juga dihidupkan melalui layanan para petugas. Setiap kali menerima kunjungan kelompok disabilitas, minimal dua petugas diterjunkan khusus untuk memberikan pendampingan secara langsung.
Para petugas telah membagi peran dengan sigap, mulai dari menyambut hangat di kedatangan, mengenalkan setiap sudut area perpustakaan, hingga menuntun dan mengawasi jalannya aktivitas dengan cermat demi memastikan keamanan dan kenyamanan pengunjung.
“Berbagai fasilitas kami buat senyaman mungkin bagi mereka. Bagi pengunjung Persia juga disiapkan petugas yang menuntun dan mengawasi mereka selama di perpustakaan,” terang Kepala Perpustakaan dan Kearsipan (DPK) Bontang, Retno Febriaryanti.
Upaya menghadirkan literasi yang setara ini membuahkan antusiasme tinggi. Terhitung sejak Januari hingga 15 Juli 2026, tercatat sebanyak 413 kunjungan telah memanfaatkan layanan khusus Persia.
Perpustakaan pun tumbuh menjadi wadah pemberdayaan yang hidup. Di sini digelar pelatihan menulis braille untuk membuka gerbang literasi yang lebih luas bagi penyandang tunanetra, serta kelas lansia mendongeng yang mengasah keterampilan bercerita para senior.
Selain itu, terdapat pula ajang Disabilitas dan Lansia Go Talent yang menampilkan beragam potensi luar biasa seperti menari, pantomim, dan membaca puisi. Aktivitas ini kian lengkap dengan sinergi rutin bersama BNNK Bontang yang secara aktif merangkul para lansia dalam kegiatan edukasi sosial.
Untuk memastikan kualitas pendampingan tetap maksimal, jam layanan Persia dibuka mengikuti jadwal reguler perpustakaan, kecuali operasional malam hari.
Masyarakat dapat mengakses layanan ini pada hari Senin hingga Kamis mulai pukul 08.00 hingga 16.00 WITA. Khusus hari Jumat, layanan beroperasi hingga pukul 10.30 WITA, sementara pada akhir pekan yaitu Sabtu dan Minggu, Perisa terbuka mulai pukul 08.30 hingga 15.30 WITA.
“Melalui Ruang Persia, DPK Bontang membuktikan bahwa keterbatasan bukanlah penghalang untuk menyerap ilmu, merawat imajinasi, dan mengekspresikan karya secara setara,” tutur Retno.






