AksaraKaltim – Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Bontang memberikan respon terkait adanya anak putus sekolah di wilayah kerjanya.
Kepala Disdikbud Bontang, Abdu Safa Muha mengatakan saat ini anak tersebut tengah diberikan asesmen. Tujuannya untuk mengetahui secara detail penyebab utama anak tersebut belum bisa membaca.
Dirinya menduga jika penyebab anak tersebut belum dapat membaca karena terdapat masalah pada mata anak tersebut. Sehingga kurang jelas untuk melihat huruf yang ada.
“Lagi di asesmen anaknya hari ini. Mungkin saja, matanya silinder sehingga menjadi kendala dia membaca. Anak saya begitu, sudah SD tidak bis abaca, ternyata matanya silinder,” terangnya, Senin (30/3/2026).
Dijelaskan, dari hasil penelusuran Disdikbud. Anak tersebut sempat diajukan pindah ke salah satu sekolah di Tenggarong saat kelas dua SD dan ikut kerabatnya. Namun, karena tidak kunjung sekolah, anak tersebut di bawa kembali ke Bontang.
Sesampainya di Bontang, orang tua anak tersebut sempat ditawarkan pihak sekolah lama, agar anak tersebut kembali ber sekolah. Tapi tawaran itu ditolah oleh orang tua anak itu.
“Alasan orang tua dan keluarganya anak itu mau dimasukkan di pesantren. Tapi nyatanya tidak, akhirnya hal ini ditemukan wali kota beberapa waktu lalu,” terangnya.
Sebelumnya, pada Jumat (27/3/2026), Wali Kota Bontang, Neni Moernaeni melakukan kunjungan ke lokasi Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) di Kelurahan Bontang Lestari, Dalam kunjungan tersebut, ia menemukan adanya anak yang putus sekolah.
Temuan itu berada di RT 08, Jalan Linmas 2. Diketahui, seorang anak telah putus sekolah sejak kelas IV SD. Orang tua menghentikan pendidikan anak tersebut karena dinilai belum mampu membaca, sehingga tidak naik kelas selama dua tahun berturut-turut. (Adv)






