AksaraKaltim – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Bontang menunjukkan keseriusannya dalam memperjuangkan kesejahteraan dan profesionalisme tenaga pendidik. Hingga saat ini, tercatat sebanyak 1.257 guru dari jenjang TK, SD, hingga SMP di Kota Bontang telah resmi mengantongi sertifikat pendidik.
Langkah ini merupakan bagian dari komitmen besar pemerintah daerah untuk memastikan kualitas pendidikan di Kota Taman terus meningkat melalui standarisasi kompetensi guru yang diakui secara nasional.
Kepala Bidang Pembinaan Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Disdikbud Bontang, Ishak Karangan, menyatakan bahwa pihaknya terus proaktif melakukan jemput bola, terutama bagi guru yang belum tersertifikasi maupun yang belum memenuhi kualifikasi akademik Diploma IV (D4) atau Sarjana (S1).
“Kami terus memfasilitasi melalui penyebaran informasi dan pelaksanaan Bimbingan Teknis (Bimtek). Program ini dirancang khusus untuk membantu sekolah-sekolah yang gurunya belum tersertifikasi, terutama pada jenjang PAUD, SD, dan SMP,” ujar Ishak saat ditemui pada Rabu (8/4/2026).
Ia menambahkan, untuk jenjang SMP progresnya sangat banyak karena jumlah guru yang belum tersertifikasi sudah sangat minim.
Terkait tantangan di lapangan, Ishak menjelaskan bahwa persentase terbesar tenaga pendidik yang belum menempuh pendidikan sarjana berada di jenjang PAUD. Kendati demikian, Disdikbud tetap bekerja sesuai dengan regulasi Kemendikdasmen, di mana sertifikasi saat ini diprioritaskan bagi guru di jalur formal.
“Sesuai aturan, sertifikasi diperuntukkan bagi guru formal seperti TK dan RA. Sementara untuk jalur informal seperti Kelompok Bermain (KB), SPS, dan TPA, memang belum diperkenankan untuk sertifikasi menurut regulasi pusat,” jelasnya. (Adv)






