AksaraKaltim – Rencana pembukaan rute pelayaran baru yang menghubungkan Kota Bontang dengan Mamuju, Sulawesi Barat, menunjukkan progres signifikan. PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) menyatakan ketertarikan kuat untuk menjalin kerja sama dengan Pemerintah Kota (Pemkot) Bontang guna merealisasikan jalur laut tersebut.
Wakil Wali Kota Bontang, Agus Haris, mengungkapkan bahwa pihak ASDP saat ini tengah mendalami hasil kajian yang telah diserahkan oleh Pemkot saat menggelar pertemuan. Selain meninjau dokumen, tim dari ASDP juga sudah menunjau Pelabuhan Loktuan setelah melakukan pertemuan dengan Pemkot Bontang, Senin (13/4/2026), kemarin.
“Hasil kajian kami akan dipelajari lebih dulu. Sekaligus mereka akan melakukan pengecekan lokasi langsung ke Pelabuhan Loktuan kemarin,” ujar Agus Haris, Selasa (14/4/2026).
Menurut Agus, pihak ASDP menilai hasil kajian yang disusun Pemkot Bontang memiliki keselarasan dengan kajian dari Kementerian Perhubungan (Kemenhub). Secara prinsip, BUMN penyedia jasa penyeberangan tersebut telah memberikan lampu hijau bagi pembukaan jalur ini.
“Jawaban resminya akan diberikan bulan ini juga. Secara prinsip mereka setuju dengan jalur laut baru di Bontang,” tambahnya.
Untuk menunjang rute ini, kapal yang akan dikerahkan kemungkinan besar berjenis Roll-on/Roll-off (Ro-Ro). Pemilihan jenis kapal ini didasari pertimbangan efisiensi transportasi, di mana kapal tidak hanya mengangkut penumpang, tetapi juga logistik barang dan kendaraan.
Guna mendukung operasional kapal tersebut, Pelabuhan Loktuan direncanakan akan dilengkapi dengan Movable Bridge (MB) atau jembatan bergerak. Fasilitas ini krusial untuk memudahkan mobilisasi keluar-masuk kendaraan ke dalam palka kapal.
Agus Haris menjelaskan, alasan utama urgensi rute Bontang-Mamuju adalah ketergantungan pangan. Saat ini, hampir 90 persen bahan pokok di Bontang didatangkan dari Pulau Jawa dan Sulawesi. Selain itu, besarnya populasi warga asal Sulawesi Barat (Sulbar) dan Sulawesi Tengah (Sulteng) di Bontang menjadi ceruk pasar yang potensial.
Tidak hanya Sulawesi, Pemkot sebenarnya juga mengkaji rute menuju Surabaya, Jawa Timur. Namun, hasil kajian menunjukkan rute Surabaya memerlukan skema subsidi yang cukup besar, yakni mencapai puluhan miliar rupiah di tahun-tahun awal.
Melihat populasi penduduk di wilayah penyangga seperti Marangkayu, Muara Badak, hingga Kutai Timur, rute Bontang-Mamuju dinilai sangat menguntungkan secara ekonomi. Agus Haris pun optimistis rute ini bisa mulai beroperasi tahun ini.
“Mohon bantu doanya agar segera terealisasi. Sekarang datanya sudah lengkap semua, mulai dari kajian teknis, investasi, hingga dampak sosialnya. Kalau dulu kan hal-hal ini belum ada, makanya sekarang kami sangat optimis izin lintas ini bisa terbit,” pungkasnya.






