AksaraKaltim – Angka Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran (Silpa) Kota Bontang pada tahun anggaran 2025 tercatat Rp282 miliar. Nilai Silpa tersebut dipastikan bukan karena program yang tidak berjalan ataupun gagal.
Dana tersebut dipastikan aman dan siap digunakan kembali untuk kepentingan masyarakat di tahun anggaran berikutnya
Wali Kota Bontang Neni Moerniaeni menjelaskan bahwa Silpa sebesar Rp282 miliar tersebut mayoritas bersumber dari efisiensi anggaran di berbagai Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Kemudian, belum lagi adanya dana transfer dari pemerintah provinsi maupun pusat yang baru masuk ke kas daerah pada akhir tahun. Sehingga tidak mungkin untuk digunakan.
Mekanisme serapan anggaran di setiap ODP memang telah diatur melalui pengajuan anggaran kas (Angkas) per tiga bulan. Namun, realisasi pengeluaran di setiap triwulan seringkali tidak berbanding lurus dengan estimasi awal, sehingga menyisakan anggaran dari efisiensi belanja daerah.
“Silpa tahun 2025 senilai Rp 282 miliar ini bukan dari kegiatan yang tidak bisa dilaksanakan, tapi dari efisiensi anggaran dan dana transfer yang masuk di akhir tahun. Jadi tidak masalah, karena bisa digunakan di tahun selanjutnya,” ujarnya.
Disinggung mengenai, kebijakan pemerintah mengenai Silpa di 2027 harus tiga persen dari dari total APBD. Menurutnya jika itu benar diberlakukan maka kemungkinan defisit bisa saja terjadi di tahun depan.
Lalu, terkait penyusunan APBD 2027, Pemkot Bontang saat ini terus masih melakukan koordinasi dengan Pemerintah Pusat. Mengingat dana kurang salur Bontang berada di angka Rp402 miliar. Meskipun Peraturan Menteri Keuangan (PMK) sudah diterbit, namun Keputusan Menteri Keuangan (KMK) sebagai dasar hukum operasional belum keluar.
Jika dana kurang salur sebesar Rp 402 miliar tersebut tidak kunjung masuk ke postur anggaran, diprediksi APBD Bontang tahun depan hanya akan berada di angka Rp 1,6 triliun.
“Saat ini untuk dana kurang salur PMK-nya sudah keluar tapi KMK-nya belum. Ini sangat menentukan. Jika tidak masuk, postur APBD maka bisa terjadi kontraksi,” pungkasnya. (Adv)






