AksaraKaltim – Kondisi udara yang kurang bersahabat dan kebijakan Work From Home (WFH) tak menyurutkan komitmen Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Bontang dalam menjaga pelayanan publik.
Di tengah penyesuaian aktivitas kerja, upaya mengejar target pendapatan daerah dan mengoptimalkan potensi pajak tetap menjadi prioritas.
Hal itu ditegaskan Kepala Bapenda Bontang, Natalia Trisnawati, saat memimpin rapat evaluasi kegiatan tiga bidang di lingkungan Bapenda, Jumat (18/9/2026).
Evaluasi tersebut dilakukan untuk memastikan seluruh program tetap berjalan sekaligus mengidentifikasi capaian dan kendala yang dihadapi menjelang akhir Triwulan III.
Natalia menekankan, perubahan pola kerja tidak boleh menjadi penghambat dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat. Seluruh jajaran diminta tetap menjaga produktivitas dan memastikan setiap pekerjaan berjalan sesuai rencana.
“Situasi boleh berubah, tetapi pelayanan kepada masyarakat harus tetap berjalan. Kami ingin memastikan seluruh aktivitas tetap produktif, meskipun ada penyesuaian dalam pelaksanaan pekerjaan,” ujarnya.
Di sektor pelayanan, Bapenda memastikan loket pembayaran pajak di kantor tetap beroperasi. Sementara itu, sejumlah layanan yang sebelumnya dijadwalkan melalui kegiatan Jemput Bola (Jebol) di beberapa lokasi dialihkan ke kantor Bapenda Bontang.
Langkah ini dilakukan agar masyarakat tetap dapat memenuhi kewajiban perpajakan tanpa harus menunggu situasi kembali normal. Edukasi mengenai pembayaran pajak secara non-tunai juga terus digencarkan sebagai bagian dari upaya mendorong transaksi yang lebih mudah, cepat, dan transparan.
“Pelayanan tidak boleh terhenti. Kami tetap membuka akses bagi masyarakat yang ingin mengurus kewajiban perpajakannya, termasuk melalui edukasi pembayaran digital,” jelas Natalia.
Di sisi lain, aspek kesehatan pegawai juga menjadi perhatian. Kegiatan pendataan, penagihan, hingga pelayanan langsung kepada masyarakat dilaksanakan dengan memperhatikan penggunaan masker. Serta kondisi kesehatan masing-masing pegawai.
Tak hanya mengevaluasi pelaksanaan program, rapat tersebut juga menjadi momentum bagi setiap bidang, mengidentifikasi peluang peningkatan pendapatan daerah yang masih dapat digarap.
Salah satu sektor yang mendapat perhatian ialah Pajak Barang dan Jasa Tertentu (PBJT) atas jasa hiburan. Natalia menilai, sektor tersebut masih memiliki ruang untuk dioptimalkan melalui penggalian potensi dan penguatan pendataan.
Upaya ini menjadi penting agar penerimaan pajak daerah dapat terus ditingkatkan, sekaligus memastikan potensi yang ada di Kota Bontang terkelola secara maksimal.
“Kami mendorong setiap bidang untuk tidak hanya berfokus pada pekerjaan rutin, tetapi juga melihat peluang yang masih bisa dikembangkan. Potensi pendapatan daerah harus terus digali agar kontribusinya terhadap pembangunan semakin optimal,” tegasnya. (Adv)






