AksaraKaltim – SMP Negeri 5 Bontang terus berkomitmen dalam membentuk karakter siswa yang mencintai alam. Bukan sekadar slogan, sekolah ini menjadikan perilaku ramah lingkungan sebagai napas dalam aktivitas sehari-hari.
Langkah ini diambil sebagai bagian dari upaya besar sekolah untuk meraih kembali predikat Adiwiyata Mandiri.
Wakil Kepala SMPN 5 Bontang, Sari Indrawati, menegaskan bahwa pendidikan lingkungan di sekolahnya bukan lagi menjadi program tambahan atau muatan lokal semata. Sebaliknya, hal tersebut telah mendarah daging dan terintegrasi dalam rutinitas seluruh warga sekolah.
“Kami ingin membentuk siswa yang memiliki jiwa peduli terhadap lingkungan sejak dini. Jadi, bukan karena disuruh, tapi karena sudah menjadi kebutuhan,” ujar Sari saat ditemui belum lama ini.
Program ini dirancang sedemikian rupa agar para siswa tidak hanya khatam secara teori di dalam kelas, tetapi juga mahir dalam mempraktikkannya di lapangan. Integrasi kurikulum lingkungan dilakukan di hampir semua mata pelajaran untuk memberikan pemahaman yang menyeluruh.
Beberapa poin utama dalam gerakan pembiasaan ini. Yakni, integrasi pembelajaran, aksi nyata harian dan keseimbangan kognitif dan perilaku.
Sari Indrawati berharap, dengan konsistensi ini, karakter peduli lingkungan akan melekat pada diri siswa bahkan setelah mereka lulus nanti.
“Kesadaran lingkungan itu tidak bisa instan, harus dibangun melalui pembiasaan yang terus-menerus,” pungkasnya. (Adv)






