AksaraKaltim – Agenda tahunan yang paling ditunggu para pencari kerja di Kota Taman, yakni bursa kerja atau Job Fair yang digagas oleh Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) Kota Bontang, mengalami penyesuaian jadwal.
Kegiatan yang semula diproyeksikan berlangsung pada Juni atau Juli 2026 mendatang, kini diperkirakan bergeser ke bulan Agustus atau September 2026.
Kepala Disnaker Kota Bontang, Asdar Ibrahim, menjelaskan bahwa perubahan jadwal ini dilakukan murni karena alasan teknis penyesuaian tempat pelaksanaan. Pihaknya tengah menyesuaikan dengan ketersediaan Gedung Koperasi Karyawan (Kopkar) milik PT Pupuk Kalimantan Timur, yang selama ini menjadi lokasi utama dan paling representatif untuk menyelenggarakan job fair.
Meski mengalami pergeseran waktu, Asdar memastikan bahwa program strategis ini tetap mutlak dilaksanakan pada tahun ini.
“Kami pastikan agenda tahunan ini tetap berjalan tahun ini. Job fair merupakan wadah strategis dan komitmen nyata pemerintah untuk mempertemukan dunia usaha secara langsung dengan para pencari kerja lokal,” ujar Asdar.
Seperti tahun-tahun sebelumnya, job fair garapan Disnaker Bontang direncanakan berlangsung selama lima hari. Event ini dirancang tidak sekadar menjadi papan pengumuman informasi lowongan kerja, melainkan sebagai pusat rekrutmen.
Disnaker Bontang memfasilitasi perusahaan-perusahaan peserta untuk langsung melakukan proses seleksi di tempat. Melalui mekanisme wawancara langsung (walk-in interview), para pencari kerja memiliki kesempatan besar untuk langsung menunjukkan kompetensi terbaiknya di hadapan HRD perusahaan.
Disnaker aktif merangkul dan mendorong partisipasi seluruh perusahaan di Bontang untuk berkontribusi dalam pengembangan kapasitas tenaga kerja lokal. Perusahaan yang saat ini belum memiliki kuota lowongan kerja formal, tetap diharapkan andil bagian melalui program alternatif.
Bentuk kontribusi yang didorong oleh Disnaker Bontang antara lain, mempersiapkan ketrampilan spesifik yang dibutuhkan industry dan memberikan pengalaman kerja nyata bagi lulusan baru atau proses magang. Serta memberikan nilai tambah dan pengakuan kompetensi secara professional atau sertifikasi.
“Kami mendorong perusahaan, meskipun belum membuka lowongan kerja, tetap dapat menghadirkan peluang pelatihan, magang, atau sertifikasi. Harapannya kapasitas sumber daya manusia di Bontang bisa terus meningkat dan siap bersaing di pasar kerja yang lebih luas,” pungkas Asdar.
Melalui penyesuaian jadwal ini, Disnaker Bontang berharap persiapan yang dilakukan oleh dinas, perusahaan mitra, maupun para pencari kerja bisa jauh lebih matang demi hasil yang maksimal. (Adv)






