Kaltim  

Kemarau Ancam Kualitas Air, Warga Kaltim Diminta Waspadai Penyakit

Ilustrasi kondisi air saat musim kemarau. (Freepik)

AksaraKaltim – Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Kalimantan Timur mengimbau masyarakat untuk menjaga kesehatan keluarga dengan mengelola air minum secara aman guna mencegah penyebaran berbagai penyakit, seperti diare, tifoid, dan penyakit lainnya.

Kepala Dinas Kesehatan Kaltim Jaya Mualimin di Samarinda, Rabu, menekankan ketersediaan dan pengelolaan air minum yang aman merupakan salah satu kunci penting dalam menjaga daya tahan dan kesehatan keluarga, terlebih saat menghadapi musim kemarau yang dapat mempengaruhi kualitas air bersih.

“Mari biasakan kelola air minum dengan aman untuk mewujudkan keluarga yang lebih sehat dan masyarakat Kalimantan Timur yang semakin kuat. Mulai dari kita, untuk masa depan yang lebih sehat,” ujar Jaya seperti diberitakan Antara.

Untuk mewujudkan hal tersebut, Jaya memaparkan enam panduan penting pengelolaan air minum yang aman untuk diterapkan langsung mulai dari lingkungan rumah, yakni pertama, gunakan sumber air yang aman dan tidak tercemar untuk kebutuhan konsumsi harian.

Kedua, olah air sebelum diminum, salah satu cara paling efektif adalah dengan merebusnya hingga benar-benar mendidih untuk membunuh bakteri. Ketiga, simpan air dalam wadah yang bersih, tertutup, dan berbahan aman untuk pangan agar tidak terkontaminasi oleh kotoran dari luar.

“Keempat, ambil air secara higienis, yakni dengan selalu memastikan tangan dan peralatan yang digunakan dalam keadaan bersih saat menyentuh air minum,” sebut Jaya.

Kelima, perhatikan tanda-tanda air yang tidak layak konsumsi, seperti apabila air mengalami perubahan warna, mengeluarkan bau, atau terasa aneh saat diminum.

“Keenam, lindungi keluarga dan lingkungan dengan secara disiplin bersama-sama menjaga kebersihan sumber air yang ada di sekitar tempat tinggal,” imbau Jaya.

Melalui penerapan enam langkah preventif ini, Dinkes Kaltim berharap masyarakat dapat terhindar dari risiko penyakit bawaan air (waterborne diseases) yang kerap mengintai saat kualitas air menurun di musim kemarau.