AksaraKaltim – Penyakit Tidak Menular (PTM) mendominasi kasus kesehatan nasional dengan persentase mencapai 69,91 persen pada 2026.
Kondisi tersebut menjadi perhatian Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bontang yang menggelar kampanye Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (GERMAS) di Auditorium 3D, Jumat (6/11/2026).
Kegiatan ini sekaligus menjadi ajang sosialisasi Peraturan Wali Kota (Perwal) Nomor 22 Tahun 2026 tentang GERMAS.
Kepala Dinkes Bontang, Toetoek Pribadi Ekowati, mengatakan berdasarkan data Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes RI) tahun 2026, persentase PTM mencapai 69,91 persen. Angka tersebut lebih tinggi dibandingkan penyakit menular.
“Melihat data sepanjang tahun 2026 dari Kementerian Kesehatan RI, penyakit tidak menular di angka 69,91 persen, lebih dominan dari penyakit menular,” ujarnya, Jumat (6/11/2026).
Menurutnya, Indonesia bersama sejumlah negara berkembang menghadapi tantangan kesehatan berupa double burden of disease atau beban ganda penyakit. Kondisi ini terjadi ketika penyakit menular dan tidak menular menjadi persoalan kesehatan secara bersamaan.
Toetoek menjelaskan, sejumlah PTM yang menjadi perhatian meliputi hipertensi, penyakit jantung, diabetes melitus (DM), stroke, dan kanker.
Penyakit tersebut dapat dipengaruhi pola hidup tidak sehat sejak usia muda serta faktor degeneratif atau penurunan fungsi organ tubuh akibat pertambahan usia.
“Untuk jenis-jenis penyakit tidak menular seperti hipertensi, penyakit jantung, diabetes melitus, stroke, dan kanker, biasanya disebabkan pola hidup yang tidak sehat di masa muda,” jelasnya.
Sementara itu, penyakit menular yang masih menjadi perhatian meliputi Human Immunodeficiency Virus (HIV), tuberkulosis (TBC), tifoid atau tipes, demam berdarah dengue (DBD), dan campak.
Melalui penerapan Perwal Nomor 22 Tahun 2026, Dinkes Bontang mendorong pelaksanaan GERMAS tidak hanya menjadi tanggung jawab sektor kesehatan.
Toetoek menegaskan, seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Kota Bontang turut dilibatkan dalam perencanaan program tersebut.
“Selain Dinas Kesehatan, GERMAS juga melibatkan seluruh OPD di Bontang untuk ikut masuk dalam perencanaan GERMAS agar ada di setiap OPD,” diakhirinya.
Penulis : Rahmat Ibnu






