AksaraKaltim – Realisasi investasi di Kota Bontang tahun 2026, diklaim mencapai 107.91 persen dari target yang telah ditentukan pada triwulan ke III.
Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPM-PTSP), Muhammad Aspiannur mengaku realisasi investasi tahun ini meningkat delapan persen dari tahun sebelumnya.
Sementara, di tahun 2025 lalu realisasi investasi juga mencapai target. Namun, pencapaian target terealisasi pada triwulan ke IV.
“Periode tahun sebelumnya juga mencapai target, tapi baru kelihatan di triwulan ke empat. Sedangkan tahun ini sudah melewati target di triwulan ke III. Peningkatannya dari tahun sebelumnya mencapai delapan, ucap Muhammad Aspiannur.
Ia menambahkan, penanaman modal tahun ini total ada 10 penanam modal. Rincian, lima dari Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) dan lima Penanam Modal Asing (PMA).
Berdasarkan sektor usaha, PMDN memberikan kontribusi terbesar pada sektor industri kimia dasar, barang kimia, dan farmasi, yaitu sebesar 61 persen.
Selanjutnya, kontribusi terbesar kedua berasal dari sektor usaha jasa lainnya sebesar 13,59 persen, diikuti sektor Perdagangan dan Reparasi sebesar 10,21 persen. Sementara itu, sektor konstruksi memberikan kontribusi sebesar 7,26 persen. terakhir, sektor industri logam dasar, barang logam, bukan mesin dan peralatannya sebesar 7,25 persen.
Sementara itu, pada triwulan III, lima sektor usaha dengan kontribusi terbesar terhadap PMA didominasi oleh sektor industri makanan dengan kontribusi sebesar 52,37 persen. Posisi kedua ditempati oleh sektor industri kimia dan farmasi dengan kontribusi sebesar 30,63 persen, yang melibatkan investasi dari PT KNI asal Australia, PT EUP dari Singapura, PT BBR asal Mauritius) dan PT KMI berasal dari Jepang.
Selanjutnya, kontribusi berasal dari sektor Usaha Hotel dan Restoran sebesar 12,77 persen, diikuti sektor Perumahan, Kawasan Industri, dan Perkantoran sebesar 2,57 persen . Adapun kontribusi terkecil berasal dari sektor Listrik, Gas, dan Air sebesar 2,03 persen
.
“Untuk PMDN dan PMA, masing-masing ada lima sektor yang memiliki kontribusi besar pada triwulan ke tiga,” tegasnya.
Diketahui, sebaran investasi di tiga kecamatan Kota Bontang tahun 2026 pada triwulan tiga, Bontang Utara menduduki posisi pertama dengan 97,90 persen, kemudian disusul Bontang Selatan yakni 2,09 persen dan diposisi terakhir yaitu Bontang Barat hanya 0,01 persen.
Penulis: Rahmat Ibnu.






