AksaraKaltim – Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Bontang terus berupaya mengoptimalkan penerimaan Pendapatan Asli Daerah (PAD) di tengah berbagai tantangan kondisi ekonomi dan potensi penerimaan daerah saat ini.
Kepala Bapenda Kota Bontang, Natalia Trisnawati, mengatakan bahwa peningkatan penerimaan daerah membutuhkan strategi yang sistematis dan terukur. Hal ini mengingat kontribusi pajak daerah memiliki peran penting dalam menopang Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).
Menurutnya, optimalisasi berbagai sektor pajak menjadi salah satu langkah yang terus diperhatikan agar penerimaan PAD dapat berjalan maksimal.
“Tantangannya bagaimana cara kami meningkatkan penerimaan secara sistematis, melihat kondisi saat ini yang tidak baik-baik saja. Apalagi kontribusi PAD dari pajak daerah sangat penting untuk menopang APBD,” ujar Natalia Trisnawati, Senin (2/11/2026).
Ia menjelaskan, sejumlah sektor pajak yang memberikan kontribusi besar terhadap PAD Kota Bontang di antaranya Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) serta Pajak Tenaga Listrik. Sementara itu, sektor Pajak Parkir dan Pajak Sarang Burung Walet masih menjadi sektor dengan penerimaan relatif rendah.
Khusus Pajak Sarang Burung Walet, minimnya penerimaan dipengaruhi oleh berkurangnya potensi usaha sarang burung walet di Kota Bontang.
“Sektor yang paling tinggi kontribusinya adalah PBB dan Pajak Tenaga Listrik. Sementara yang paling minim adalah Pajak Parkir dan Pajak Sarang Burung Walet,” jelasnya.
Meski menghadapi sejumlah tantangan, Bapenda Bontang mencatat beberapa sektor pajak telah berhasil mencapai target penerimaan hingga menjelang akhir 2026.
Sektor tersebut meliputi Pajak Reklame, Pajak Air Tanah (PAT), Pajak Tenaga Listrik, Pajak Makan dan Minum, Pajak Hotel, Pajak Bumi dan Bangunan (PBB), serta Pajak Mineral.
Di sisi lain, Pajak Parkir masih menjadi salah satu sektor yang membutuhkan perhatian lebih. Natalia menyebutkan, keterbatasan lahan parkir menjadi salah satu faktor yang memengaruhi potensi penerimaan pajak tersebut.
Sejumlah lokasi yang dinilai memiliki potensi penerimaan Pajak Parkir di antaranya Bontang City Mall (BCM), Ramayana, Bontang Plaza (BP), serta kawasan depan Polres Bontang.
Ke depan, optimalisasi potensi pajak dari berbagai sektor diharapkan dapat terus meningkatkan kontribusi PAD, sehingga mampu mendukung pembiayaan pembangunan dan penyelenggaraan pemerintahan di Kota Bontang.
Penulis: Rahmat Ibnu






