AksaraKaltim – Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Bontang tengah menyusun percepatan implementasi Elektronifikasi Transaksi Pemerintah Daerah (ETPD) di Kota Bontang.
Kepala Bapenda Kota Bontang, Natalia Trisnawati mengatakan bahwa saat ini mereka tengah merancang cara mempercepat penyusunan peta perluasan digitalisasi di daerah, khususnya Bontang di tahun ini. Tentunya hal ini menjadi tantangan bagi mereka.
Mengingat pada tahun 2027 mendatang, ETPD harus sudah berjalan di Kota Taman.
“Kalau berbicara soal tantangan pastinya kami memikirkan bagaimana menyusun roadmap jalan yang baru saat ini agar lebih cepat, karena diharuskan tahun 2027 diaplikasikan,” ucap Natalia Trisnawati, Senin (2/11/2026).
Kata dia, selain Bapenda Bontang, Bank Kaltimtara dan perangkat daerah lainnya dituntut untuk bekerjasama selama penyusunan Roadmap dan penyelenggaraan berlangsungnya ETPD.
“Kami dituntut bekerjasama dengan Bank Kaltimtara dan perangkat-perangkat daerah lainnya dalam penyusunan Roadmap dan penyelenggaraan ETPD,” tegasnya.
Sebelumnya, Kepala Bapenda Bontang bersama tim teknis Bapenda, perwakilan Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD), serta Bankaltimtara menghadiri kegiatan Capacity Building Studi Tiru Strategi Elektronifikasi Transaksi Pemerintah Daerah (ETPD). Program unggulan, serta penyusunan roadmap TP2DD Kalimantan Timur telah diselenggarakan oleh Bank Indonesia di Jakarta pada 29–30 Oktober 2026.
Pertemuan ini menjadi bagian dari upaya peningkatan kapasitas dan penguatan koordinasi antarlembaga dalam mendorong percepatan elektronifikasi transaksi pemerintah daerah serta optimalisasi program Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD).
Penulis: Rahmat Ibnu.






