AksaraKaltim – Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (DPK) Kota Bontang terus memperkuat transformasi perpustakaan sebagai pusat pembelajaran sosial bagi masyarakat.
Salah satu langkah nyata yang dilakukan yakni melalui kolaborasi bersama Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Bontang dalam kegiatan bertajuk “Parenting Healing, Peluk Luka, Mengasuh dengan Cinta.”
Kepala DPK Kota Bontang, Retno Febriaryanti mengatakan, melalui kolaborasi ini fungsi perpustakaan menjadi wadah edukasi bagi para orang tua untuk memahami pola pengasuhan yang lebih sehat dan penuh empati.
Menurutnya , perpustakaan modern harus mampu menjawab kebutuhan sosial masyarakat yang terus berkembang. Salah satunya tentang pentingnya komunikasi dalam keluarga, pengelolaan emosi, serta peran orang tua dalam membangun lingkungan rumah yang aman bagi anak.
“Perpustakaan tidak boleh hanya menjadi tempat penyimpanan buku. Kami ingin menghadirkannya sebagai ruang kolaborasi dan pembelajaran yang memberikan manfaat nyata bagi warga,” ujar Retno.
Ia menyebutkan bahwa isu kesehatan mental dan keharmonisan keluarga perlu mendapat perhatian bersama karena berkaitan langsung dengan kualitas kehidupan masyarakat.
Maka, keberadaan ruang edukasi seperti ini dapat membantu masyarakat memperoleh pengetahuan sekaligus dukungan emosional melalui kegiatan positif.
“Ketahanan keluarga menjadi pondasi penting dalam membentuk lingkungan sosial yang sehat. Karena itu, perpustakaan harus ikut mengambil bagian dalam upaya tersebut,” katanya.
DPK Bontang berharap kegiatan serupa dapat terus dikembangkan melalui kerja sama dengan berbagai pihak.
“Sehingga perpustakaan semakin dekat dan relevan dengan kebutuhan masyarakat luas,” tutupnya.






