AksaraKaltim – Keterbatasan anggaran masih menjadi tantangan dalam pengembangan koleksi buku di Perpustakaan Daerah Kota Bontang. Kondisi tersebut membuat target penambahan koleksi sesuai standar nasional belum dapat terpenuhi.
Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (DPK) Bontang mengakui pembaruan koleksi buku idealnya dilakukan minimal 5 persen dari total koleksi yang dimiliki setiap tahun.
Namun hingga saat ini, kemampuan keuangan yang tersedia belum memungkinkan target tersebut direalisasikan secara optimal.
Kepala Bidang Perpustakaan DPK Bontang, Indra Nopika Wijaya, mengatakan kebutuhan anggaran perpustakaan tidak hanya difokuskan pada pengadaan buku. Dana yang tersedia juga harus digunakan untuk mendukung operasional layanan serta pemeliharaan fasilitas perpustakaan.
“Harusnya itu minimal 5 persen dari koleksi buku. Itu standarnya. Tapi kan kita menyesuaikan dengan anggaran yang ada. Sampai saat ini belum memenuhi, karena anggaran kita masih minim,” ungkapnya.
Meski demikian, DPK tetap berupaya memastikan koleksi yang ditambah benar-benar sesuai kebutuhan masyarakat dengan memprioritaskan buku yang banyak dicari pemustaka.
Selain pengadaan melalui anggaran daerah, DPK juga mengoptimalkan program donasi buku dari masyarakat dan sektor swasta.
“Program ini cukup membantu meningkatkan jumlah koleksi tanpa membebani anggaran daerah. Karena investasi pada buku ini penting untuk mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia” jelas Indra.






