AksaraKaltim — Suasana Perpustakaan Daerah Kota Bontang kini terasa berbeda. Dulu, perpustakaan identik dengan ruangan sepi yang tutup menjelang sore. Namun, melalui inovasi Layanan Perpustakaan Milenial Masa Kini (Layar Pinisi), pintu perpustakaan kini terbuka hangat menyapa warga hingga malam hari dan di penghujung akhir pekan.
Inovasi ini lahir dari keinginan untuk menghadirkan ruang yang inklusif dan ramah bagi seluruh masyarakat Bontang mulai dari pelajar yang butuh ketenangan untuk belajar, komunitas kreatif, hingga keluarga yang ingin menghabiskan waktu berkualitas.
Kepala Perpustakaan dan Kearsipan (DPK) Bontang, Retno Febriaryanti mengatakan, untuk layanan Night Library mulai dibuka pukul 16.00 sampai 20.30 wita. Pengunjung dapat memanfaatkan layanan sirkulasi berada di dekat di lobi lantai satu, atau naik ke lantai dua jika membutuhkan ruang baca yang lebih tenang dan fokus untuk kebutuhan referensi.
“Jadi ruangan tersebut yang dapat diakses pengunjung saat berkunjung malam hari,” terangnya.
Tak hanya itu, perpustakaan juga menyapa pengunjung di akhir pekan. Layanan Sabtu dan Minggu beroperasi mulai pukul 09.00 hingga 14.30 WITA. Spesial di akhir pekan, seluruh akses ruangan dibuka layaknya hari kerja umum, termasuk area favorit keluarga seperti Ruang Layanan Anak. Serta Ruang Perpustakaan Ramah Disabilitas dan Lansia (Persia).
Dijelaskan, inovasi Layar Pinisi membuktikan bahwa perpustakaan bukan lagi sekadar tumpukan rak buku, melainkan ruang tumbuh bersama. Sepanjang 2025 sampai sekarang, sudah banyak komunitas yang digandeng untuk menggelar berbagai kegiatan. Mulai dari lomba mewarnai, menggambar dan pelatihan menari serta banyak lagi lainnya.
“Termasuk Badan Narkotika Nasional Kota (BNNK) Bontang juga rutin menggelar workshop dan parenting soal narkoba,” terangnya.
Menikmati waktu membaca hingga malam tentu membutuhkan rasa tenang. Pengelola perpustakaan memastikan petugas keamanan (security) selalu siaga mendampingi pengunjung selama operasional Night Library.
Dukungan kamera CCTV yang tersebar di hampir setiap sudut, mulai dari ruang baca, area layanan, hingga tempat parkir dilengkapi dengan sistem keamanan.
“Pengunjung pun bisa fokus menyerap ilmu dan berkreasi tanpa perlu merasa khawatir,” diakhirinya.






