AksaraKaltim – Pengembangan perpustakaan sekolah di Kota Bontang tidak hanya dilakukan melalui pembinaan teknis, tetapi juga diperkuat lewat kolaborasi lintas instansi. Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (DPK) Bontang kini semakin mengintensifkan koordinasi dengan Dinas Pendidikan (Disdik) untuk mendukung peningkatan mutu perpustakaan sekolah.
Langkah tersebut dinilai penting mengingat seluruh satuan pendidikan berada di bawah kewenangan Dinas Pendidikan. Karena itu, program pembinaan perpustakaan membutuhkan dukungan dan sinergi dari berbagai pihak agar dapat berjalan optimal.
Kepala Bidang Perpustakaan DPK Bontang, Indra Nopika Wijaya, mengatakan pendekatan kolaboratif menjadi pilihan utama dalam mendukung pengembangan perpustakaan sekolah.
“Karena sekolah berada di bawah Dinas Pendidikan, pendekatan yang kami lakukan adalah melalui koordinasi dan kolaborasi. Pengembangan perpustakaan sekolah membutuhkan dukungan berbagai pihak, sehingga koordinasi dengan Dinas Pendidikan menjadi hal yang sangat penting,” ujarnya, Selasa (2/6/2026).
Melalui kerja sama tersebut, DPK berperan memberikan pendampingan teknis terkait pengelolaan perpustakaan, penguatan layanan, hingga persiapan menuju akreditasi nasional. Sementara Disdik membantu memastikan program-program pembinaan dapat diterapkan secara efektif di lingkungan sekolah.
Menurut Indra, keberhasilan peningkatan kualitas perpustakaan tidak dapat dilakukan oleh satu pihak saja. Dukungan kepala sekolah, pengawas sekolah, serta manajemen pendidikan menjadi faktor penting dalam mewujudkan perpustakaan yang memenuhi standar nasional.
“Kami hadir sebagai mitra teknis yang siap membantu sekolah meningkatkan kualitas perpustakaannya. Peran kami adalah memberikan dukungan teknis dan pendampingan agar sekolah memiliki kapasitas yang lebih baik dalam mengelola perpustakaannya,” jelasnya.
Selain fokus pada aspek akreditasi, sinergi yang dibangun juga diarahkan untuk memperkuat budaya membaca dan literasi di kalangan pelajar. DPK berharap kolaborasi yang terus terjalin mampu memberikan dampak jangka panjang bagi kualitas pendidikan di Kota Bontang.
“Kita optimistis melalui kerja sama yang terus dibangun akan mempercepat peningkatan kualitas perpustakaan sekaligus mendukung penguatan budaya literasi di Kota Bontang,” tandasnya. (Adv)






