AksaraKaltim – Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (DPK) Kota Bontang terus menaruh perhatian serius terhadap transformasi layanan digital. Inovasi terbaru yang kini diperkuat adalah kemudahan akses perpustakaan digital berbasis web melalui platform ELIT Bontang dan iBONTANG.
Terobosan ini hadir sebagai jawaban konkret atas kebutuhan masyarakat yang menginginkan akses literasi secara cepat, praktis, dan inklusif tanpa harus membebani ruang penyimpanan gawai dengan mengunduh aplikasi tambahan.
Kepala Bidang Perpustakaan DPK Kota Bontang, Indra Nopika Wijaya, mengungkapkan bahwa inovasi ini merupakan bentuk adaptasi instansi terhadap pergeseran perilaku masyarakat di era digital dalam mengonsumsi informasi.
“Layanan eLib Bontang baik yang dikenal sebagai ELIT Bontang maupun iBONTANG merupakan respons kami atas perubahan pola konsumsi informasi masyarakat. Mereka menginginkan layanan yang serbacepat, praktis, serta mudah diakses dari perangkat mana saja,” ujar Indra saat dikonfirmasi, Rabu (3/6/2026).
Lebih lanjut Indra menjelaskan, salah satu kendala yang kerap dihadapi pengguna telepon seluler saat ini adalah keengganan memasang aplikasi baru akibat keterbatasan kapasitas memori perangkat.
Melihat fenomena tersebut, DPK Bontang melakukan langkah antisipatif sejak beberapa tahun lalu dengan melakukan migrasi dan pengembangan sistem ke arah yang lebih ramah pengguna.
“Berangkat dari evaluasi aplikasi iBONTANG sebelumnya, pada medio 2024 atau 2025 kami mulai mengembangkan ELIT Bontang berbasis web. Ini untuk menyikapi keluhan masyarakat yang terkadang enggan mengunduh aplikasi karena kapasitas penyimpanan handphone yang penuh,” jelasnya secara mendetail.
Melalui sistem berbasis web yang baru ini, masyarakat tidak perlu lagi mengantre atau repot melakukan instalasi. Pengguna cukup membuka peramban (browser) internet di gawai masing-masing untuk langsung menjelajahi ribuan koleksi buku digital yang tersedia.
Bukan sekadar kemudahan membaca, DPK Bontang juga sangat memperhatikan aspek keamanan serta kenyamanan data privasi pengguna. Hal itu diwujudkan lewat sistem registrasi yang jauh lebih ringkas.
“Sistem pendaftaran keanggotaan sudah kami rancang sedemikian rupa agar lebih sederhana dan terintegrasi. Tujuannya agar masyarakat bisa langsung menikmati layanan literasi digital tanpa prosedur yang berbelit-belit,” imbuhnya.
Melalui lompatan teknologi ini, Indra berharap angka indeks literasi masyarakat di Kota Taman dapat terus terkerek naik secara signifikan.
“Lewat komitmen inovasi ini, DPK Bontang andil bagian dalam mendukung visi besar mentransformasikan Kota Bontang sebagai daerah yang tidak hanya cerdas, tetapi juga mengedepankan budaya literasi berbasis teknologi informasi,” pungkas Indra. (Adv)






