AksaraKaltim – Dinas Sosial Provinsi Kalimantan Timur mengoptimalkan peran UPTD Panti Sosial Perlindungan Anak (PSPA) Dharma untuk melindungi dan memulihkan trauma 81 anak korban kekerasan dari berbagai wilayah di Kaltim, sepanjang 2026.
Kepala UPTD PSPA Dharma, Sri Wahyuni di Samarinda, Kamis, menegaskan bahwa fungsi panti sosial ini telah berkembang secara spesifik. Institusi ini tidak lagi sekadar menjadi tempat penampungan bagi anak terlantar, tetapi juga menjadi benteng perlindungan bagi anak-anak dengan kebutuhan pemulihan khusus.
“Klien yang kami tangani mencakup anak-anak yang menjadi korban kekerasan seksual, kekerasan dalam rumah tangga (KDRT), tindak pidana perdagangan orang (TPPO), hingga korban bencana alam,” ujar Sri Wahyuni dikutip dari Antara.
Dalam kunjungan kerja Sekretaris Dinas Sosial Provinsi Kaltim, Irene Yuriantini, pihak pengelola menegaskan komitmennya untuk memastikan pemulihan total bagi para korban.
“Fokus utama kami adalah menangani anak-anak korban yang membutuhkan lingkungan aman (home protection) sekaligus pendampingan intensif agar mereka bisa menyembuhkan trauma dan kembali tumbuh dengan optimal,” jelas Teofilus Cuan’ga selaku perwakilan teknis panti saat menerima kunjungan tersebut.
Di tempat yang sama, Pengolah Data dan Informasi Seksi Penyantunan dan SDM, Suyono, menjabarkan bahwa pelayanan di PSPA Dharma terbagi menjadi dua aspek utama yakni pemenuhan kebutuhan dasar seperti jaminan tempat tinggal layak, konsumsi nutrisi harian, pakaian, serta akses pendidikan formal.
Kedua rehabilitasi perundungan sosial dengan pendampingan psikologis klinis, pengembangan karakter, dan penguatan mental untuk memulihkan kepercayaan diri anak.
Guna mengisi waktu luang di luar jam sekolah formal, PSPA Dharma menerapkan sekitar 10 program pembinaan terstruktur. Anak-anak yang tinggal di panti tetap diwajibkan menempuh sekolah umum di luar lingkungan panti sesuai jenjang pendidikan mereka.
Program-program pembinaan tersebut dirancang untuk mendukung tumbuh kembang fisik, mental, dan sosial, yang meliputi layanan konseling dan hipnoterapi untuk mengurai sumbatan trauma psikologis mendalam.
Kemudian pembinaan spiritual dengan pendalaman materi agama dan budi pekerti untuk penguatan moral. Pelatihan ketrampilan seperti kelas musik, menjahit, komputer, hingga kegiatan olahraga dan senam sehat.
Organisasi remaja, melalui wadah Persatuan Remaja Dharma untuk melatih jiwa kepemimpinan, kemandirian, dan kemampuan bersosialisasi.
Ia menambahkan secara infrastruktur, PSPA Dharma memiliki fasilitas yang sangat memadai untuk mendukung proses rehabilitasi.
Berdiri di atas lahan seluas 5,3 hektare, komplek panti ini dilengkapi dengan 10 unit asrama (wisma). Setiap wisma dirancang secara semi-privat untuk menampung delapan hingga sepuluh anak, sehingga menciptakan suasana kekeluargaan yang hangat dan kondusif bagi pemulihan.
Melalui pendekatan pelayanan yang menyeluruh dan integratif ini, PSPA Dharma berkomitmen tidak sekadar menjadi tempat berlindung sementara, melainkan menjadi laboratorium sosial tempat anak-anak Kaltim menemukan kembali harapan dan menata masa depan yang lebih cerah.






