AksaraKaltim – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Bontang resmi menggulirkan program penyediaan transportasi laut bagi tenaga pengajar dan siswa di wilayah pesisir.
Sebanyak empat unit kapal ketinting disiapkan untuk menunjang operasional pendidikan pada tahun anggaran 2026.
Fasilitas transportasi ini diperuntukkan bagi empat satuan pendidikan, yakni SDN 011 Gusung, SDN 015 Selangan, SDN 016 Tihi-Tihi, dan PAUD KB Kasih Bunda Gusung. Langkah ini diambil untuk memastikan aksesibilitas pendidikan di wilayah perairan tetap terjaga dengan baik.
Kepala Disdikbud Bontang, Abdu Safa Muha, menjelaskan bahwa pemilihan kapal jenis ketinting telah disesuaikan dengan karakteristik geografis pesisir Bontang yang memiliki kondisi pasang surut air laut yang cukup dinamis.
“Kapal yang kami siapkan memiliki kapasitas 10 hingga 12 orang per unit. Spesifikasinya disesuaikan agar tetap bisa beroperasi meski kondisi air sedang surut,” ujar Safa Muha saat ditemui pada Rabu (1/4/2026).
Terkait skema anggaran, Safa Muha membeberkan bahwa tiap sekolah mendapatkan alokasi di bawah Rp200 juta. Pemerintah Kota lebih memilih skema penyewaan kapal dibandingkan pengadaan unit baru guna efisiensi anggaran daerah.
“Kami memilih sistem sewa agar tidak perlu lagi memikirkan biaya operasional dan pemeliharaan yang tinggi. Program ini merupakan salah satu prioritas Wali Kota dan Wakil Wali Kota Bontang dalam memberikan fasilitas yang layak bagi pejuang pendidikan di garda terdepan (pesisir),” imbuhnya.
Selain sebagai alat transportasi rutin, kapal tersebut juga diperbolehkan untuk menunjang kegiatan sekolah lainnya. Menjamin keselamatan penumpang, setiap armada telah dilengkapi dengan standar keamanan laut, termasuk penyediaan pelampung (life jacket).
Saat ini, proses pengadaan sedang berjalan melalui sistem E-Katalog. Disdikbud menargetkan seluruh proses administrasi dapat rampung dalam waktu dekat agar manfaatnya segera dirasakan oleh pihak sekolah.
“Saat ini masih dalam proses pengerjaan di E-Katalog. Target kami minggu ini sudah selesai, sehingga program ini bisa segera berjalan dengan maksimal untuk mendukung pemerataan kualitas pendidikan di Bontang,” pungkasnya. (Adv)






