AksaraKaltim – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Bontang terus menunjukkan komitmen tinggi dalam meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) pendidik di Kota Taman.
Tahun ini, Disdikbud mengambil langkah strategis dengan memfokuskan seluruh pelaksanaan bimbingan teknis (Bimtek) dan pelatihan kompetensi guru hanya di Kota Bontang. Langkah ini diambil sebagai upaya memastikan transformasi dan kualitas pendidik tetap berjalan meski di tengah tantangan finansial.
Kepala Bidang Pembinaan Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Disdikbud Bontang, Ishak Karangan, menjelaskan bahwa keputusan memusatkan kegiatan hanya di daerah merupakan instruksi langsung dari Wali Kota Bontang. Tujuannya agar jumlah guru yang mendapatkan pelatihan jauh lebih banyak dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.
“Sesuai arahan Ibu Wali Kota, kami ingin sasaran guru yang ikut jauh lebih banyak. Dengan melaksanakan kegiatan secara lokal, penggunaan anggaran menjadi jauh lebih efektif dan efisien,” ujar Ishak saat memberikan keterangan.
Selama ini, pelaksanaan Bimtek di luar kota seperti Samarinda atau Balikpapan memiliki keterbatasan pada kuota peserta. Hal tersebut disebabkan oleh tingginya biaya akomodasi dan transportasi yang harus ditanggung oleh posko anggaran.
Ishak tidak menampik bahwa saat ini terdapat tantangan berupa pemangkasan anggaran dari pemerintah pusat. Namun, hal tersebut tidak menyurutkan Disdikbud Bontang untuk tetap memberikan pelayanan terbaik bagi para guru.
“Apalagi di tengah keterbatasan anggaran dan adanya pemangkasan dari pusat, kami berupaya mengoptimalkan dana yang ada. Kami ingin bekerja jauh lebih maksimal dengan ketersediaan yang ada,” tegasnya.
Dengan mengadakan kegiatan di Bontang, Disdikbud mampu memangkas biaya operasional luar daerah dan mengalihkannya untuk menambah jumlah peserta guru. Ishak optimistis bahwa kualitas materi yang diberikan tidak akan berkurang sedikit pun.
Pihaknya menjamin bahwa target peningkatan kompetensi dan kapasitas guru di Kota Bontang tetap berjalan sesuai koridor yang direncanakan.
“Capaian peningkatan SDM guru harus tetap berjalan sebagaimana mestinya. Kami memastikan dampak nyata bagi kualitas pendidikan di Bontang,” diakhiri Ishak. (Adv)






