AksaraKaltim – Kota Bontang mencatat capaian positif dalam penilaian literasi dengan skor Tingkat Kegemaran Membaca (TKM) sebesar 60,47.
Capaian tersebut menempatkan Bontang pada posisi empat besar dalam penilaian literasi, sekaligus menunjukkan adanya peningkatan kinerja dalam mendorong budaya membaca di tengah masyarakat.
Meski demikian, Bontang masih perlu melakukan berbagai perbaikan untuk meningkatkan kualitas literasi secara menyeluruh.
Adapun, tantangan yang dihadapi yakni proses pengumpulan data di lapangan.
Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (DPK) Bontang, Retno Febriaryanti mengatakan, penilaian literasi sendiri tidak hanya berdasarkan TKM, tetapi juga mencakup Indeks Pembangunan Literasi Masyarakat (IPLM) yang memiliki indikator berbeda dan lebih berfokus pada aspek kelembagaan serta pembinaan perpustakaan.
Yang mana dalam pelaksanaannya, survei TKM dilakukan secara langsung kepada masyarakat dari berbagai latar belakang profesi, guna memperoleh gambaran nyata terkait kebiasaan membaca dalam kehidupan sehari-hari.
“Responden diminta menjawab pertanyaan terkait jumlah buku yang dibaca, tujuan membaca, hingga motivasi yang melatarbelakangi aktivitas tersebut, sehingga data yang diperoleh bersifat komprehensif,” ujarnya, Rabu (29/4/2026).
Retno menjelaskan, survei ini terdiri dari tiga tahapan utama, yaitu pra, saat, dan pasca membaca, dengan total sekitar 80 variabel pertanyaan yang harus diisi oleh responden secara lengkap.
Namun, banyaknya pertanyaan seringkali menjadi kendala di lapangan, karena responden merasa jenuh atau kesulitan memahami maksud pertanyaan.
“Jadinya berpotensi memengaruhi kualitas data yang dihasilkan,” timpalnya.
Untuk mengatasi hal tersebut, DPK Bontang melakukan pendampingan dalam proses pengisian survei agar responden dapat memahami pertanyaan dengan baik dan memberikan jawaban yang sesuai dengan kondisi sebenarnya.
Dengan berbagai upaya perbaikan yang dilakukan, DPK Bontang optimistis capaian literasi akan terus meningkat, seiring dengan penguatan program dan peningkatan kualitas pengukuran di masa mendatang.






