Kaltim  

Krisis Dokter Spesialis Mengancam, Kaltim Dorong Pendidikan Spesialis Lewat Gratispol

Ilustrasi tindakan medis dokter spesialis. (Foto: Kemenkes)

AksaraKaltim – Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur memperkuat layanan kesehatan masyarakat, dengan salah satu langkah strategis melalui program afirmasi pendidikan bagi dokter yang ingin melanjutkan studi ke jenjang spesialis dan sub-spesialis melalui program Gratispol.

Sekretaris Daerah Provinsi Kaltim Sri Wahyuni di Balikpapan, Sabtu, menegaskan program ini solusi konkret mengatasi kekurangan tenaga medis profesional di berbagai wilayah Kaltim.

“Kami memberikan ruang luas dalam program Gratispol melalui skema afirmasi pendidikan bagi para dokter yang akan mengambil spesialis,” ujar dia setelah menghadiri pelantikan pengurus Persatuan Rumah Sakit Indonesia (Persi) dan Majelis Kehormatan Etik Rumah Sakit Indonesia (Makersi) Kaltim di salah satu hotel di Balikpapan, diberitakan Antara, Minggu (3/5/2026).

BACA JUGA:  Pendidikan Gratis di Kaltim Diterapkan April 2025

Ia menjelaskan Pemprov Kaltim tidak membatasi usia dokter yang ingin melanjutkan pendidikan. Fokus utama pemerintah mempercepat pemenuhan rasio dokter spesialis agar layanan medis di rumah sakit daerah semakin optimal.

Pemprov Kaltim juga mendorong para peserta menempuh studi di perguruan tinggi ternama yang telah menjalin kerja sama resmi, seperti Universitas Gadjah Mada (UGM), Universitas Indonesia (UI), dan Universitas Airlangga (Unair)

“Bagi dokter berstatus ASN yang kampusnya belum masuk dalam daftar kerja sama, mereka tetap dapat mengajukan pengembangan diri melalui skema tugas belajar di Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kaltim,” kata dia.

BACA JUGA:  Dapat Insentif Rp25 Juta, Dokter Spesialis di Kaltim Bakal Siaga 24 Jam di IGD

Meski fokus pada pengembangan SDM, ia menyatakan tidak menampik adanya tantangan besar dihadapi dunia rumah sakit di Kaltim saat ini.

Tekanan ekonomi dan keterbatasan tenaga medis dilaporkan mulai mengganggu stabilitas operasional di beberapa rumah sakit.

“Banyak aspek yang harus segera dibenahi. Tujuannya jelas, agar rumah sakit tetap mampu menjalankan misi kemanusiaan dengan standar profesionalisme yang tinggi,” kata Sri.

Ia mengharapkan pengurus Persi dan Makersi Kaltim periode 2026-2030 yang baru dilantik menjalin sinergi dengan pemerintah karena sebagai kebutuhan penting untuk mengawal mutu layanan

BACA JUGA:  Dana Gratispol Rp44 Miliar untuk 7 PTN di Kaltim Cair

Ketua Persi Kaltim terpilih, Indah Puspitasari, menyatakan siap membawa 65 rumah sakit anggota Persi di Kaltim (baik pemerintah maupun swasta) ke arah yang lebih baik.

“Fokus utama kami ke depan adalah penguatan mutu layanan dan keselamatan pasien, serta peningkatan kapasitas SDM dan tata kelola rumah sakit,” kata dia.

Acara pelantikan ini dihadiri oleh tokoh-tokoh penting di dunia kesehatan, termasuk Kepala Dinas Kesehatan Kaltim Jaya Mualimin, Ketua Persi Pusat Bambang Wibowo, Ketua Makersi Pusat Agus Purwadianto, serta Ketua Makersi Kaltim Edy Iskandar.