AksaraKaltim – Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (DPK) Bontang terus mendorong transformasi perpustakaan berbasis teknologi sebagai langkah strategis meningkatkan kualitas sumber daya manusia di era digital.
Maka itu, DPK Bontang terus berupaya dalam meningkatkan komitmennya memperkuat literasi masyarakat melalui pemanfaatan teknologi informasi yang semakin berkembang pesat. Upaya ini dilakukan untuk menjawab tantangan digitalisasi yang kini tak terhindarkan.
Kepala DPK Bontang, Retno Febriaryanti, menyebutkan bahwa perpustakaan saat ini telah bertransformasi menjadi ruang pembelajaran terbuka yang tidak hanya menyediakan buku, tetapi juga akses informasi digital dan ruang kreativitas.
Perubahan ini penting agar perpustakaan tetap relevan dan mampu memenuhi kebutuhan masyarakat modern yang dituntut memiliki kemampuan literasi digital dan berpikir kritis.
“Perpustakaan harus bisa membekali masyarakat dengan keterampilan adaptif agar mampu bersaing dan menghadapi dinamika global,” ujarnya dalam rapat bersama DPRD Bontang, Senin (4/5/2026).
DPK juga terus mendorong masyarakat agar tidak hanya menjadi pengguna informasi, tetapi mampu mengolahnya menjadi pengetahuan yang produktif dan bernilai bagi pembangunan daerah.
Selain fokus pada literasi, DPK turut memperkuat pengelolaan arsip sebagai bagian dari upaya menciptakan tata kelola pemerintahan yang transparan dan akuntabel.
“Integrasi antara literasi dan kearsipan dinilai menjadi fondasi penting dalam menjaga keberlanjutan pengetahuan sekaligus memperkuat memori kolektif daerah,” timpalnya
Melalui berbagai inovasi layanan digital, DPK optimistis dapat memperluas akses informasi dan menciptakan masyarakat Bontang yang cerdas, inklusif, dan siap menghadapi era transformasi digital.






