AksaraKaltim – Pemerintah Kota (Pemkot) Bontang bergerak cepat merampungkan proses administrasi lahan milik Bulog. Lahan tersebut nantinya bakal mendukung pembangunan program Sekolah Rakyat di Kota Taman sebutan Kota Bontang.
Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni, mengungkapkan bahwa saat ini legalitas lahan tersebut sudah berjalan positif. Prosesnya kini hanya tinggal menunggu penyelesaian dokumen Persetujuan Kesesuaian Pemanfaatan Ruang (PKPR).
“Untuk lahan Bulog itu ada tiga PKPR-nya. Kepala pertanahan sudah mengeluarkan (rekomendasi), sekarang tinggal PKPR-nya saja yang menjadi tanggung jawab kita (Bontang),” ujar Neni Moerniaeni.
Bunda-sapaan akrabnya menjelaskan, jika seluruh proses PKPR tersebut rampung, dokumen akan segera diserahkan ke Kantor Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Kota Bontang agar sertifikat lahan bisa diterbitkan.
Meski administrasi terus dikebut, Bunda menyebut ada kewajiban pembayaran Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB) dalam proses pengurusan sertifikat tersebut.
Mengingat status Bulog sebagai Badan Usaha Milik Negara (BUMN), maka biaya BPHTB tersebut sepenuhnya akan dibebankan kepada pihak mereka, bukan pemerintah daerah.
“Memang nanti dalam penerbitan sertifikatnya ada kewajiban BPHTB. Kami sudah sampaikan kepada Bulog bahwa itu menjadi beban mereka,” tuturnya.
Demi mempercepat penyelesaian persoalan aset dan pertanahan di Kota Bontang, Neni mengaku telah membangun koordinasi yang intensif dengan Kantor Pertanahan setempat.
Langkah taktis ini diambil sebagai bentuk komitmen Pemkot Bontang dalam menindaklanjuti program koordinasi supervisi pencegahan korupsi bersama Kedeputian Koordinasi dan Supervisi (Korsupgah) KPK.
“Saya sudah bertemu dengan Korsupgah KPK untuk menyelesaikan permasalahan pertanahan di Bontang, dan pihak BPN pun menyatakan siap membantu penuh,” tegas Neni.
Di akhir Wali Kota perempuan pertama di Bontang ini meminta Dinas Sosial dan Pemberdayaan Masyarakat (Dinsos-PM) untuk mengawal ketat progres program Sekolah Rakyat agar bisa segera terealisasi dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. (Adv)






