AksaraKaltim — Kecelakaan maut kembali terjadi di tanjakan Kota Beriman. Sebuah truk tangki BBM milik PT Elnusa Petrofin diduga mengalami gagal fungsi pengereman saat melintasi turunan tajam di Jalan Projakal, Kelurahan Graha Indah, Balikpapan Utara pada Kamis (2/7/2026) pagi. Akibat insiden ini, satu orang dilaporkan meninggal dunia.
Truk bernomor polisi KB-8845-SG tersebut dikemudikan oleh Hilman (32), warga Batu Ampar. Saat kejadian, truk sedang mengangkut muatan BBM penuh dari arah Hotel Platinum menuju Pelabuhan Ferry Kariangau.
Kapolresta Balikpapan Kombes Pol Jerrold HY Kumontoy, melalui Kasatlantas Polresta Balikpapan Kompol MD Djauhari, mengonfirmasi bahwa armada tangki tersebut mendadak hilang kendali akibat rem yang tidak berfungsi normal di jalur menurun.
“Sesampainya di depan Gudang LJR Logistik, truk sempat masuk ke jalur kanan. Sopir kemudian membanting setir ke luar jalur hingga menghantam tiang lampu penerangan jalan dan pohon,” ujar Djauhari.
Laju truk yang oleng dan tak terkendali akhirnya menghantam tiga sepeda motor yang tengah melaju dari arah berlawanan. Ketiga kendaraan tersebut adalah Honda Vario (KT-6115-AQ), Yamaha Fazio (KT-6253-BBS), dan Honda Beat (KT-2615-HK).
M Pairin (66), pengendara Honda Vario asal Prapatan, Balikpapan Kota, mengalami luka parah di bagian kepala. Korban dinyatakan meninggal dunia setelah sempat dilarikan ke RSUD Kanudjoso Djatiwibowo.
Sementara dua lainnya, yakni korban Adi Hamdani (35), pengendara Yamaha Fazio asal Sungai Pinang, Samarinda, mengalami luka berat dan kini menjalani perawatan intensif. Kemudian, M Noor Aqoid (68), pengendara Honda Beat warga Karang Joang, dilaporkan selamat tanpa luka fisik yang berarti.
Selain korban jiwa, kerugian materiil akibat kerusakan kendaraan dan fasilitas umum dalam insiden ini ditaksir mencapai Rp10 juta.
Pihak kepolisian saat ini tengah melakukan penyelidikan mendalam untuk mengetahui penyebab pasti macetnya sistem pengereman truk tangki tersebut. Berdasarkan hasil pemeriksaan awal, kondisi truk maupun ketiga sepeda motor sebenarnya dinyatakan layak jalan sebelum insiden terjadi. Cuaca pagi yang cerah juga dipastikan bukan menjadi pemicu kecelakaan.
“Dugaan sementara, pengemudi kurang waspada saat membawa muatan berat di jalur menurun,” kata Djauhari.
Ia juga menambahkan bahwa kontur jalan yang menikung ke kiri dengan permukaan beton cor, ditambah status jalur yang merupakan kawasan ramai pergudangan, mempertinggi risiko kerawanan di lokasi tersebut.
“Ruas jalan di sana merupakan dua jalur satu lajur dengan marka garis putih utuh. Saat ini petugas telah mengamankan barang bukti, memeriksa para saksi, serta menghubungi pihak keluarga korban dan sopir truk untuk proses penyidikan lebih lanjut,” pungkasnya.
Link Video: https://www.instagram.com/reel/DaSWDmmqMpE/?utm_source=ig_web_button_share_sheet&igsh=MzRlODBiNWFlZA==






