AksaraKaltim – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Bontang resmi memulai persiapan pendaftaran sekolah tahun ajaran baru. Langkah ini diawali dengan menggelar rapat koordinasi penyusunan Petunjuk Teknis (Juknis) Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) tahun 2026, Senin (30/3/2026).
Rapat yang berlangsung strategis ini melibatkan seluruh Kepala Sekolah Negeri dan Pengawas dari jenjang Taman Kanak-Kanak (TK), Sekolah Dasar (SD), hingga Sekolah Menengah Pertama (SMP) se-Kota Bontang.
Sekretaris Disdikbud Bontang, Saparudin, menegaskan bahwa koordinasi ini sangat krusial untuk memastikan seluruh pemangku kepentingan memiliki pemahaman yang seragam. Target utamanya adalah menciptakan proses seleksi yang bersih.
“Kegiatan ini bertujuan untuk menyamakan persepsi agar pelaksanaan penerimaan peserta didik baru berjalan transparan, objektif, akuntabel, dan berkeadilan,” ujar Saparudin.
Selain membahas jadwal pelaksanaan, fokus utama dalam penyusunan juknis tahun ini adalah optimalisasi teknologi informasi. Disdikbud berkomitmen memperkuat sistem digital dalam proses pendaftaran untuk menutup celah praktik kecurangan.
Beberapa poin penting yang dibahas meliputi pemanfaatan aplikasi SPMB utnuk mempermudah akses masyarakat sekaligus meningkatkan efisiensi verifikasi. Lalu validasi data sebagai prosedur ketat bagi petugas sekolah dalam memverifikasi berkas calon peserta didik. Terakhir, transparansi sistem guna meminimalisir potensi manipulasi data melalui sistem yang terintegrasi.
“Pemanfaatan teknologi ini diharapkan mampu meminimalisir potensi kecurangan serta memberikan kemudahan akses bagi seluruh masyarakat Bontang,” tambahnya.
Melalui pembekalan teknis yang matang kepada para kepala sekolah dan pengawas, Disdikbud optimis transisi pendaftaran tahun ini tidak akan menemui kendala berarti.
“Dengan penyusunan yang matang sejak dini, kami berharap pelaksanaan SPMB 2026 berjalan lancar tanpa ada kendala apa pun di lapangan,” pungkas Saparudin. (Adv)






