Disdikbud Bontang Susun Kalender Pendidikan TA 2026/2027, Fokus pada Fleksibilitas Belajar

Sekretaris Disdikbud Bontang, Saparudin. (AksaraKaltim)

AksaraKaltim – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Bontang resmi memulai tahapan penyusunan Kalender Pendidikan (Kaldik) untuk Tahun Ajaran 2026–2027. Hal ini ditandai dengan digelarnya rapat koordinasi (rakor) yang melibatkan berbagai pemangku kepentingan pendidikan di Aula Kantor Disdikbud Bontang, Senin (13/4/2026).

Rapat krusial tersebut dipimpin langsung oleh Sekretaris Disdikbud Kota Bontang, Saparudin, serta dihadiri oleh jajaran unsur pimpinan dinas dan pengawas sekolah dari berbagai jenjang.

Sekretaris Disdikbud Bontang, Saparudin, menegaskan bahwa penyusunan kalender pendidikan ini sangat penting sebagai kompas bagi seluruh satuan pendidikan di Kota Bontang. Kaldik akan menjadi acuan utama dalam penyelenggaraan kegiatan belajar mengajar (KBM) selama satu tahun penuh.

“Kalender ini adalah pedoman yang menyelaraskan seluruh aktivitas sekolah. Kita ingin memastikan ada kepastian jadwal bagi guru, siswa, dan orang tua,” ujar Saparudin dalam arahannya melansir dari situs resmi Disdikbud Bontang.

Harapan

Melalui koordinasi yang melibatkan pengawas sekolah ini, Disdikbud berharap tidak ada tumpang tindih agenda di kemudian hari. Kaldik yang tersusun secara rapi diharapkan mampu mendukung efektivitas proses pembelajaran di seluruh satuan pendidikan se-Kota Bontang.

“Dengan adanya pedoman yang jelas sejak awal, kami berharap seluruh satuan pendidikan dapat mempersiapkan diri lebih optimal untuk menyambut tahun ajaran baru, sehingga mutu pendidikan kita terus terjaga,” tutup Saparudin.

Menyeimbangkan Akademik dan Non-Akademik

Salah satu poin utama yang ditekankan dalam rapat tersebut adalah sifat kalender yang harus fleksibel namun tetap terarah. Disdikbud berkomitmen agar Kaldik TA 2026–2027 mampu mengakomodasi:

– Kegiatan Akademik: Jadwal efektif KBM, penilaian tengah semester, hingga ujian akhir.

– Kegiatan Non-Akademik: Pengembangan minat bakat, hari besar nasional, dan kegiatan kearifan lokal.

– Evaluasi Berkala: Ruang bagi sekolah untuk melakukan penyesuaian tanpa keluar dari koridor regulasi yang berlaku. (Adv)