AksaraKaltim – Strategi mendekatkan pelayanan pajak kepada masyarakat mulai menunjukkan hasil positif. Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Bontang kini mengarahkan layanan jemput bola Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2) ke dua titik yang dinilai lebih potensial, yakni Sunday Market di GOR Pupuk Kaltim dan Pelataran Bontang Kuala.
Dua lokasi tersebut dipilih setelah Bapenda mengevaluasi efektivitas sejumlah titik pelayanan sebelumnya. Salah satunya gerai di Bontang City Mall (BCM) yang justru terpantau sepi peminat.
Kepala Bapenda Kota Bontang, Natalia Trisnawati, mengatakan pihaknya ingin lebih fokus pada lokasi dengan tingkat aktivitas masyarakat yang tinggi. Oleh karena itu, untuk sementara layanan jemput bola dipusatkan di dua titik tersebut.
“Ingin buka di Sunday Market sama di Pelataran PKT,” kata Natalia.
Melalui konsep ini, warga yang sedang beraktivitas atau berkunjung dapat langsung membayar pajak tanpa harus mendatangi kantor Bapenda. Transaksi yang masuk dari layanan jemput bola ini pun cukup beragam, mulai dari kisaran Rp1 juta, Rp3 juta, Rp14 juta, hingga mencapai Rp20 juta dalam satu kali kesempatan.
“Memang kita garap ke PBB. Upaya untuk mendekatkan pelayanan, di tempat keramaian,” ujarnya.
Berdasarkan catatan Bapenda, capaian penerimaan di titik keramaian menunjukkan hasil yang kontras dibanding sebelumnya. Pada Agustus lalu, layanan di Sunday Market GOR Pupuk Kaltim mencatat penerimaan sekitar Rp9,4 juta dari 46 Nomor Objek Pajak (NOP). Sementara itu, Pelataran Bontang Kuala membukukan penerimaan sekitar Rp11,3 juta dari 51 NOP. Angka ini jauh melampaui hasil di BCM yang hanya mencatat empat NOP dengan penerimaan sekitar Rp1,4 juta.
Natalia mengakui faktor lokasi sangat memengaruhi minat masyarakat. Selain keramaian, karakteristik pengunjung dan kebutuhan di lokasi menjadi pertimbangan penting dalam penentuan titik layanan.
Selain menyasar pusat keramaian, Bapenda juga konsisten menjalankan program jemput bola tingkat kelurahan dengan sistem bergiliran (dua hari per kelurahan dalam siklus satu bulan).
Hasilnya pun signifikan. Layanan kelurahan di wilayah Bontang Utara mencatat penerimaan sekitar Rp36 juta (periode Agustus hingga 1 September). Disusul Bontang Selatan sebesar Rp20,7 juta (periode September hingga 15 September), serta Bontang Barat yang menghasilkan sekitar Rp8,4 juta selama dua hari pelayanan. Secara keseluruhan, total penerimaan dari program jemput bola kelurahan ini mencapai sekitar Rp65 juta.
Kedepan, Bapenda masih mengkaji potensi pembukaan layanan di wilayah lain, termasuk Kelurahan Bontang Lestari, menyesuaikan hasil evaluasi efektivitas di lapangan.
Untuk titik keramaian, Bapenda memastikan akan mempertahankan operasional di Sunday Market GOR Pupuk Kaltim dan Pelataran Bontang Kuala, dengan jadwal yang disesuaikan apabila ada agenda lain di lokasi tersebut. Melalui langkah inovatif ini, Bapenda Bontang optimis tingkat kepatuhan pembayaran PBB-P2 dapat terus ditingkatkan lewat kemudahan akses bagi masyarakat. (Adv)






