AksaraKaltim – Capaian pajak daerah tidak cukup hanya dilihat dari angka realisasi. Setiap objek pajak perlu dibedah untuk mengetahui sejauh mana target tercapai, apa saja kendalanya, serta peluang penerimaan yang masih bisa dioptimalkan.
Hal inilah yang menjadi fokus rapat evaluasi kinerja tiga bidang di Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Bontang, Senin (14/9/2026), di Ruang Rapat Bapenda.
Rapat dipimpin langsung oleh Kepala Bapenda Bontang Natalia Trisnawati. Tiga bidang yang terlibat yakni Bidang Pengelolaan Pendapatan Daerah, Bidang Pengendalian dan Evaluasi Pendapatan Daerah, serta Bidang Perencanaan, Pengembangan dan Pengelolaan Sistem Informasi Pendapatan Daerah.
Dalam pertemuan tersebut, pembahasan diarahkan pada capaian pajak daerah secara terperinci. Setiap objek pajak dievaluasi satu per satu, mulai dari realisasi penerimaan, kendala di lapangan, hingga kesesuaiannya dengan target yang telah ditetapkan.
Natalia menegaskan, evaluasi diperlukan agar kinerja setiap bidang dapat terukur dan setiap persoalan yang muncul segera mendapatkan tindak lanjut.
“Evaluasi ini bukan sekadar melihat angka realisasi, tetapi juga memahami apa yang terjadi di balik capaian tersebut. Kita harus tahu apa yang sudah berjalan baik dan bagian mana yang masih perlu diperbaiki,” ujarnya.
Menurut dia, capaian penerimaan pajak harus menjadi dasar untuk menentukan langkah berikutnya. Terlebih, masih terdapat potensi pendapatan yang perlu dipetakan dan digali agar kontribusi pajak daerah terhadap pendapatan asli daerah (PAD) semakin optimal.
“Kita bedah satu per satu objek pajak. Kalau realisasinya belum sesuai target, kita cari tahu penyebabnya. Jangan sampai kendala yang sama terus berulang tanpa ada solusi,” tegas Natalia.
Pembahasan juga menyasar peluang peningkatan penerimaan pada setiap objek pajak. Potensi yang selama ini belum tergarap maksimal menjadi perhatian khusus untuk ditindaklanjuti melalui langkah yang lebih terarah.
“Potensi pendapatan harus terus kita gali. Jangan hanya terpaku pada angka yang sudah tercapai, tetapi lihat juga peluang yang masih bisa dikembangkan ke depan,” tambahnya.
Melalui evaluasi lintas bidang ini, Bapenda Bontang berupaya memastikan pengelolaan pajak daerah berjalan lebih efektif. Koordinasi antar bidang juga menjadi bagian penting agar perencanaan, pengawasan, dan pengelolaan data pendapatan saling mendukung.
Natalia berharap, hasil evaluasi dapat mendorong setiap bidang untuk bekerja lebih terukur, responsif terhadap kendala, serta konsisten mengawal target yang telah ditetapkan.
“Target harus kita kawal bersama. Kendala harus segera dicarikan jalan keluar, sementara potensi penerimaan jangan sampai terlewat. Dengan begitu, pendapatan daerah bisa terus kita optimalkan,” pungkasnya.
Bagi Bapenda, capaian pajak bukan sekadar deretan angka dalam laporan. Di baliknya, ada target yang harus dijaga, persoalan yang perlu diselesaikan, dan peluang penerimaan yang mesti terus dikembangkan demi mendukung pembangunan Kota Bontang. (Adv)






