Atasi Kekurangan Guru, SMPN 1 Bontang dan SMP Monamas Jalin Kerja Sama Sekolah Mitra

Kepala Sekolah SMP Negeri 1 Bontang, Riyanto. (Aksara Kaltim)

AksaraKaltim – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Bontang menginisiasi terobosan baru dalam pemenuhan tenaga pendidik di wilayahnya.

Melalui skema sekolah mitra dan sekolah pendamping, sekolah-sekolah di bawah naungan Disdikbud kini mulai menyusun Memorandum of Understanding (MoU).

Salah satu yang tengah bersiap adalah SMP Negeri 1 Bontang yang menggandeng SMP Monamas sebagai sekolah mitra pendamping. Kerja sama ini difokuskan pada pemenuhan kebutuhan guru yang semakin mendesak di tahun 2026.

BACA JUGA:  Jadi Sekolah Inklusif, SMPN 2 Bontang Terapkan Pembelajaran Khusus Bagi ABK

Kepala Sekolah SMP Negeri 1 Bontang, Riyanto menjelaskan salah satu poin krusial dalam draf nota kesepahaman tersebut mengatur tentang distribusi tenaga pengajar. Dalam aturan baru ini, perpindahan atau bantuan guru diwajibkan melalui pintu sekolah mitra terlebih dahulu sebelum mencari ke pihak luar.

“Jika misalnya SMP 1 memerlukan guru, kami tidak boleh langsung ke sekolah lain. Harus ke sekolah mitra kami dulu, yaitu SMP Monamas sebagai sekolah pendamping. Begitu hasil pertemuan di Pusat Layanan Autis (PLA),” ungkapnya, Kamis (16/4/2026).

BACA JUGA:  Tingkatkan Keahlian Pengajar, Disdikbud Bontang Gelar Bimtek Bagi Guru Pembimbing OSN dan Penguatan Tata Kelola Pendidikan

Skema ini berlaku timbal balik. SMP Negeri 1 akan melakukan pengecekan ketersediaan guru di SMP Monamas. Jika ketersediaan tenaga yang dibutuhkan tidak ditemukan di sekolah mitra, barulah sekolah diperbolehkan mencari tenaga pendidik dari sekolah lain di luar kemitraan tersebut.

Langkah ini diambil menyusul kondisi di lapangan di mana sejumlah sekolah mulai kekurangan personel. Di SMP Negeri 1 Bontang sendiri, hingga hari ini belum ada guru pengganti untuk mengisi posisi yang kosong.

BACA JUGA:  Pembukaan Erau Pelas Benua Guntung Dimeriahkan 500 Penari Jepen

“Saat ini di SMPN 1 belum ada guru pengganti. Ada satu guru yang memasuki masa pensiun dan satu orang meninggal dunia tahun lalu. Belum lagi tahun ini,” jelasnya. (Adv)