AksaraKaltim – Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur menyerahkan penghargaan berupa kucuran bonus uang tunai dengan total Rp67,6 miliar kepada ratusan patriot olahraga yang telah mengharumkan nama daerah di kancah nasional.
“Kami memberikan penghargaan ini sebagai bentuk pengakuan atas perjuangan kalian, meski mungkin nilainya dianggap belum seberapa tetapi kami berkomitmen agar ke depan anggarannya bisa lebih besar lagi,” kata Gubernur Kaltim Rudy Mas’ud di Samarinda, Kamis.
Kontingen Benua Etam sebelumnya berhasil mengamankan peringkat kedelapan pada perhelatan PON ke-21 Aceh-Sumut dan posisi ke-13 di ajang Peparnas ke-17 Solo tahun 2024.
Rudy menekankan pentingnya menanamkan mental juara dan kedisiplinan tinggi untuk menghadapi kompetisi selanjutnya di Nusa Tenggara Timur dan Nusa Tenggara Barat hingga level Olimpiade.
Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kaltim Muhammad Faisal merinci, dari total bonus Rp81,5 miliar yang bersumber dari APBD Perubahan 2025, sebanyak Rp67,6 miliar ditujukan untuk atlet PON.
“Atlet peraih medali emas kategori perorangan menerima apresiasi tertinggi sebesar Rp317 juta, disusul perak Rp175 juta, dan perunggu Rp90 juta,” ujar Faisal dilansir Antara.
Untuk kategori beregu dua hingga empat orang, peraih emas mendapatkan sekira Rp200 juta, sedangkan beregu di atas empat orang menerima sekira Rp100 juta.
Sementara itu, alokasi anggaran bonus bagi atlet disabilitas yang berlaga di Peparnas ditetapkan sebesar Rp13,9 miliar.
Sebanyak 747 orang yang terdiri dari atlet, pelatih, ofisial teknik, dan manajer tercatat sebagai penerima manfaat dari apresiasi pemerintah tersebut.
Penghargaan khusus juga diberikan kepada dua atlet Kaltim pemecah rekor nasional dari cabang angkat berat, Firda Khairunnisa dan Widari.
“Pemberian bonus ini diharapkan mampu menguatkan jati diri serta menumbuhkan rasa percaya diri generasi muda bahwa Kalimantan Timur memiliki talenta dengan karakter unggul,” tutur Faisal.






