AksaraKaltim – Proses pengadaan dan pemasangan Closed Circuit Television (CCTV) di lingkungan sekolah negeri di Kota Bontang terus dikebut. Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Bontang menargetkan seluruh perangkat pemantau tersebut dapat berfungsi sepenuhnya dalam minggu ini.
Pemasangan ini merupakan kelanjutan dari program strategis pemerintah daerah untuk meningkatkan keamanan, mencegah tindakan perundungan (bullying), serta memantau kedisiplinan tenaga pengajar di ruang kelas.
Kepala Bidang (Kabid) Pendidikan Dasar (Dikdas) Disdikbud Bontang, Nuryadi, menjelaskan bahwa saat ini proses instalasi masih berjalan di lapangan. Ia memaparkan adanya perbedaan jumlah unit yang dipasang antara jenjang SMP dan SD. Rincian, SMP Negeri dialokasikan sebanyak 32 unit per sekolah dan SD Negeri dialokasikan sebanyak 20 unit per sekolah.
Nuryadi menyebutkan bahwa distribusi ini tidak disamaratakan karena adanya perbedaan kondisi fisik bangunan dan jumlah sekolah.
“Jumlah SD jauh lebih banyak daripada SMP. Selain itu, ada beberapa lokasi di mana dalam satu area terdapat dua sekolah dasar yang berbeda, sehingga pengaturan unitnya harus disesuaikan,” ungkap Nuryadi.
Meski ditargetkan rampung dalam waktu dekat, Nuryadi mengakui tidak semua sekolah dasar negeri akan terakomodasi tahun ini. Sekolah yang berada di wilayah pesisir serta sekolah swasta belum masuk dalam daftar pemasangan tahap ini.
“Upaya kami minggu ini selesai pengerjaannya. Namun, untuk SD yang berada di wilayah pesisir belum bisa dipasang karena keterbatasan jaringan internet dan pasokan listrik,” tambahnya.
Secara total, terdapat 25 SD Negeri dan 9 SMP Negeri yang menjadi sasaran utama pemasangan CCTV pada pengadaan kali ini.
Langkah Menekan Bullying
Sebelumnya, Sekretaris Disdikbud Bontang, Saparudin, menyatakan bahwa proyek yang didanai melalui APBD Perubahan ini bertujuan untuk menciptakan ruang belajar yang lebih aman dan transparan.
Dengan adanya CCTV di setiap ruang kelas, pihak dinas maupun kepala sekolah dapat memantau aktivitas belajar mengajar secara real-time. Hal ini diharapkan menjadi solusi konkret atas kekhawatiran orang tua terkait kasus perundungan dan oknum guru yang sering meninggalkan kelas saat jam pelajaran berlangsung.
“Tujuan utamanya jelas, untuk menghindari bullying dan memantau jika ada guru yang bolos mengajar. Kami ingin memastikan kualitas pendidikan di Bontang tetap terjaga,” pungkas Saparudin dalam keterangan sebelumnya.






