AksaraKaltim – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Bontang menunjukkan komitmennya dalam menghadirkan hiburan berkualitas sekaligus edukatif bagi masyarakat. Belajar dari pelaksanaan tahun sebelumnya, Disdikbud kini tengah merancang pembenahan teknis untuk memastikan Bontang City Carnival (BCC) dan Pawai Budaya 2026 berjalan lebih tertib, efektif, dan profesional.
Kepala Disdikbud Bontang, Abdu Safa Muha, menyatakan bahwa evaluasi mendalam telah dilakukan, terutama terkait manajemen waktu (overtime). Langkah ini diambil demi menjaga kenyamanan peserta, khususnya para pelajar, serta memastikan antusiasme penonton tetap terjaga hingga akhir acara.
Salah satu terobosan yang disiapkan Disdikbud adalah pengkajian ulang alur peserta. Mengingat tingginya partisipasi dari berbagai elemen masyarakat, Disdikbud berencana menerapkan skema pemisahan kategori.
“Kami ingin memastikan setiap peserta mendapatkan panggung yang layak tanpa harus menunggu terlalu lama. Salah satu opsinya adalah mengatur jadwal atau memisahkan kategori antara pelajar, Organisasi Perangkat Daerah (OPD), hingga paguyuban,” ujar Abdu Safa Muha.
Dengan manajemen alur yang lebih terstruktur, diharapkan durasi kegiatan menjadi lebih terkontrol sehingga tidak ada lagi peserta yang tampil hingga terlalu larut malam.
Meski melakukan perombakan teknis, Disdikbud tetap mempertahankan konsep pelaksanaan pada malam hari. Kebijakan ini didasari oleh fakta lapangan bahwa atmosfer malam hari mampu memicu kreativitas peserta secara maksimal, terutama melalui permainan lampu dan detail kostum yang memukau.
“Malam hari terbukti membuat peserta makin kreatif dan menjadi magnet luar biasa bagi pengunjung. Fokus kami tahun ini adalah menjaga estetika tersebut namun dengan durasi yang lebih efisien,” tambah Safa.
Selain pembenahan jadwal, Disdikbud juga memperkuat koordinasi dengan seluruh perwakilan peserta. Hal ini bertujuan untuk meminimalisir keterlambatan dan memastikan transisi antar penampilan berjalan mulus.
Langkah responsif ini menegaskan bahwa Disdikbud Bontang tidak hanya fokus pada kemeriahan acara, tetapi juga sangat memperhatikan aspek kenyamanan dan ketertiban.
“Harapan kami, BCC tahun ini mengalami perubahan signifikan. Perpaduan antara kreativitas dan budaya lokal akan terus kami asah agar menjadi ikon wisata yang membanggakan bagi Kota Bontang,” pungkasnya. (Adv)






