AksaraKaltim – Pelaksanaan Festival dan Lomba Seni Siswa Nasional (FLS2N) 2026 menjadi panggung pembuktian bagi sekolah dasar di Kota Bontang. Salah satu sekolah yang menunjukkan kesiapan matang adalah SD Negeri 006 Bontang Selatan, yang secara terang-terangan membidik prestasi tertinggi pada ajang bergengsi tersebut.
Tahun ini, SDN 006 Bontang Selatan memfokuskan kekuatan pada cabang lomba tari kreasi. Hal ini bukan tanpa alasan, pada gelaran FLS2N 2025 lalu, sekolah ini berhasil menduduki posisi juara ketiga. Tahun ini, target yang dipasang jauh lebih tinggi.
Guru pembina ekstrakurikuler SDN 006 Bontang Selatan, Zakia Nur Masruroh, menegaskan bahwa pihaknya telah melakukan persiapan intensif guna meningkatkan pencapaian dari tahun sebelumnya.
“Kami menargetkan juara satu untuk cabang lomba tari. Evaluasi dari tahun lalu sudah dilakukan, dan kini kami tampil dengan persiapan yang lebih matang,” ujar Zakia.
Sebanyak 10 pelajar terbaik telah dipilih dan digembleng untuk mewakili sekolah di berbagai bidang seni yang dipertandingkan.
Tidak hanya mengandalkan sektor tari, SDN 006 Bontang Selatan menunjukkan keseriusannya dengan mengirimkan perwakilan di seluruh cabang lomba FLS2N 2026, antara lain tari kreasi, menyanyi solo, pantomim, dan musik tradisional. kemudian, kriya anyam dan menggambar bercerita.
Strategi ini diambil untuk membuka peluang prestasi seluas-luasnya di tingkat kota. Pihak sekolah meyakini bahwa talenta siswa yang diasah melalui ekstrakurikuler secara konsisten akan membuahkan hasil maksimal di atas panggung kompetisi.
Optimisme tinggi menyelimuti tim delegasi SDN 006 Bontang Selatan. Zakia menambahkan bahwa selain mengejar medali, misi utama dari partisipasi ini adalah untuk menanamkan rasa percaya diri pada siswa dan menjaga reputasi sekolah sebagai salah satu lumbung prestasi seni di Bontang Selatan.
“Kami ingin mengharumkan nama sekolah melalui ajang ini. Dengan persiapan yang maksimal, kami optimistis prestasi anak-anak akan meningkat tahun ini,” pungkasnya.
Ajang FLS2N tingkat Kota Bontang sendiri diharapkan menjadi wadah bagi para siswa untuk menyalurkan minat dan bakat, sekaligus menjadi sarana pelestarian budaya melalui karya-karya kreatif pelajar tingkat dasar. (Adv)






