AksaraKaltim – Berbagai aspirasi diutarakan masyarakat saat anggota Komisi III DPR RI, Rudy Mas’ud berkunjung ke Kota Bontang.
Kedatangan Politikus Golkar tersebut ke Kota Kota Taman dalam rangka kunjungan dapil mensosialisasikan empat pilar kebangsaan MPR RI.
Selain Bontang, Kutai Timur, Samarinda Kutai Kartanegara dan daerah lainnya di Kalimantan Timur turut disambangi. Diketahui Rudy Mas’ud merupakan anggota DPR RI Dapil Kalimantan Timur.
Anggota DPR RI, Rudy Mas’ud mengatakan berbagai aspirasi warga Bontang yang didengar secara langsung mulai dari tingginya pengangguran, sulitnya nelayan mendapatkan bahan bakar minyak (BBM) subsidi seperti solar.
Lalu, nelayan yang takut melaut karena bertemu dengan Kapal Perang Republik Indonesia (KRI) karena tidak memiliki perizinan saat melaut, persoalan pendidikan. Serta banyak hal lain yang disampaikan masyarakat Bontang yang menghadiri kegiatan tersebut.
“Mungkin sosialisasinya pemerintah yang kurang kepada nelayan, untuk tidak takut melaut,” kata dia.
Dijelaskannya, nelayan seharusnya tidak perlu takut dengan KRI. Karena KRI tidak mungkin menangkap nelayan-nelayan Indonesia. Tugas mereka adalah untuk menjaga wilayah Indonesia agar tidak ada nelayan asing yang masuk ke wilayah Republik Indonesia.
“Tugasnya kapal perang menjaga wilayah perairan, bukan menangkap nelayan kita,” diterangkannya.
Kemudian, mengenai sulitnya nelayan mendapatkan solar subsidi. Rudy Mas’ud menilai perlu perhatian dan pengawasan bersama. Baik pemerintah daerah maupun masyarakat sendiri.
Jangan sampai BBM subsidi dipergunakan bagi industri.
“Kalau ada ketemu, BBM subsidi dipakai industri tegur (laporkan). Kalau saya pribadi tidak pernah pakai subsidi,” pungkasnya.
Berbagai hal lain juga turut disampaikan Rudy Mas’ud mulai dari besaran APBN Indonesia tahun 2025 hingga mengenai infrastruktur di Kaltim kedepannya seperti apa.






