AksaraKaltim – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Bontang kembali meluruskan miskonsepsi yang masih berakar di masyarakat terkait kurikulum di Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD). Penekanan utama dalam proses pembelajaran di PAUD adalah membangun enam pondasi utama, bukan semata-mata fokus pada kemampuan baca, tulis, dan hitung (calistung).
Kepala Bidang (Kabid) Pembinaan PAUD dan Pendidikan Non Formal (PNF) Disdikbud Bontang, Yuti Nurhayati, menegaskan bahwa sistem pembelajaran PAUD mengutamakan pengembangan fundamental anak.
“Sistem pembelajaran di PAUD bukan baca tulis yang diutamakan,” kata Yuti.
Salah satu pondasi utama yang wajib diajarkan adalah mengenal nilai agama dan budi pekerti. Hal ini sejalan dengan pernyataan Mendikbud Ristek yang menyebutkan enam kemampuan pondasi tersebut harus dikuasai anak dan diajarkan secara berkelanjutan, mulai dari PAUD hingga Sekolah Dasar.
Terdapat enam pondasi awal yang ditanamkan kepada anak saat di sekolah PAUD, yakni mengenal nilai agama dan budi pekerti, keterampilan sosial dan bahasa untuk berinteraksi, kematangan emosi untuk berkegiatan di lingkungan belajar, kematangan kognitif untuk melakukan kegiatan belajar, pengembangan keterampilan motorik dan perawatan diri dan pemaknaan bahwa belajar adalah suatu hal yang menyenangkan dan positif.
Selama ini banyak orang tua masih beranggapan jika di pendidikan awal hanya fokus pada belajar berhitung atau calistung. Saat ini, tercatat ada 158 satuan PAUD di Bontang, termasuk TK, RA, TPA, KB, dan SPS, yang bertanggung jawab menerapkan kurikulum berbasis fondasi ini.






