AksaraKaltim – Kasus diamankannya tiga murid Sekolah Dasar (SD) oleh warga dan Forum Kemitraan Polisi dan Masyarakat (FKPM) Kelurahan Api-Api kini menarik perhatian legislatif Bontang
Ketiga anak tersebut mengaku nekat menjalankan aksi pencurian di bawah arahan seorang perempuan misterius.
Sekretaris Komisi A DPRD Kota Bontang, Saeful Rizal, mendesak OPD terkait dan kelurahan untuk berkolaborasi dengan kepolisian guna mengungkap dugaan eksploitasi anak ini.
“Mengenai soal dugaan eksploitasi anak, saya meminta OPD terkait dan kelurahan bekerja sama dengan kepolisian untuk mengungkap hal itu. Dan itu bisa saja terjadi (indikasi),” tegas Saeful Rizal.
Politisi PKS Bontang tersebut menilai, peristiwa tersebut harus menjadi momentum penting bagi para orang tua untuk mengevaluasi diri, terutama sejauh mana kekuatan mereka dalam menjaga dan mendidik anak.
Menurut Saeful, pengawasan dan pendekatan emosional yang intim dari orang tua sangat krusial agar anak merasa dekat dan nyaman di rumah. Anak tidak akan mudah dimanfaatkan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab.
“Selain itu, bimbingan agama juga harus diperkuat. Kemudian sibukkan anak dengan hal-hal positif agar semua pikiran dan tenaga mereka fokus pada kesibukan yang bermanfaat,” tambahnya.
Saeful juga mengingatkan bahwa peran lingkungan sekitar sangat vital untuk ikut mengawasi agar ruang gerak para pelaku eksploitasi anak dapat mempersempit.
Kronologi Pengakuan Korban
Lurah Gunung Elai, Sulistyo, membenarkan adanya pengakuan mengejutkan tersebut. Informasi itu terungkap setelah pihak kelurahan memanggil orang tua dari ketiga anak yang sempat diamankan di RT 35, Kelurahan Api-Api, Bontang Utara, pada Minggu (7/6/2026) dini hari lalu.
Berdasarkan hasil pendataan, ketiga bocah yang kedapatan berkeliaran pada dini hari tersebut ternyata tercatat sebagai warga Kelurahan Gunung Elai. Namun, setelah dilakukan pembinaan dan pendalaman lebih lanjut, ketiganya mengaku tidak bergerak sendiri.
“Dari pengakuan mereka, ada seorang perempuan yang menyuruh mereka,” ungkap Sulistyo.
Sulistyo membeberkan, sebelum melancarkan aksinya, ketiga anak tersebut awalnya berkumpul di kawasan Taman Madukoro, Kelurahan Satimpo. Tak lama, seorang perempuan datang menjemput mereka menggunakan sepeda motor dan mengantarkannya menuju Kelurahan Api-Api.
Sesampainya di lokasi target, ketiganya diperintahkan untuk mencari kesempatan mengambil barang berharga milik warga. Modus yang digunakan adalah dengan memeriksa kantong dashbor sepeda motor yang terparkir atau menyisir lokasi yang berpotensi menyimpan barang berharga.
Nantinya, barang atau uang yang berhasil mereka gasak wajib dikumpulkan dan diserahkan langsung kepada perempuan misterius tersebut. Mirisnya, aksi tersebu buka yang pertama dilakukan.
“Kami akan mencari orang yang disebutkan itu. Jika ditemukan dan terbukti terlibat, tentu akan kami serahkan kepada aparat penegak hukum untuk diproses secara legal,” pungkas Sulistyo. (Adv)






