AksaraKaltim – Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Bontang dinilai masih belum ideal untuk menopang kemandirian fiskal daerah. Hingga saat ini, PAD Kota Taman tercatat baru menyentuh angka Rp400,47 miliar, dari total postur APBD Bontang yang mencapai Rp2 triliun.
Kondisi ini mendapat perhatian dari Ketua Komisi B DPRD Kota Bontang, Rustam. Ia mendorong seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) penghasil untuk lebih aktif dan gencar dalam menarik retribusi maupun pajak daerah.
Menurut Rustam, optimalisasi PAD sangat krusial karena seluruh hasilnya akan dikembalikan kepada masyarakat dalam bentuk pembangunan infrastruktur fisik. Salah satu yang mendesak adalah pembenahan akses menuju destinasi pariwisata andalan Bontang.
“Uangnya dari masyarakat dalam bentuk retribusi dan pajak kan untuk pembangunan Bontang. Kalau PAD kita kuat, pembenahan fasilitas publik bisa lebih maksimal,” ujar Rustam.
Ia menambahkan, batas aman untuk menyebut Kota Bontang mulai mencapai kemandirian fiskal adalah minimal menyentuh angka Rp600 miliar. Angka Rp400an miliar saat ini dianggap terlalu kecil untuk ukuran kota industri.
Salah satu proyek infrastruktur yang akan diguyur anggaran besar dari uang rakyat tersebut adalah perbaikan akses menuju kawasan pariwisata berbasis pemukiman nelayan di atas air, Bontang Kuala.
“Apalagi tahun depan untuk trotoar Bontang Kuala bakal dibenahi agar saat banji rob aktivitas warga bisa tetap berjalan. Apalagi di sana wisata per kampungan andalan kita,” terangnya.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Bontang, Much Cholis Edy Prabowo, mengungkapkan bahwa pihaknya telah menganggarkan dana sebesar Rp40 miliar pada tahun depan khusus untuk pembangunan trotoar di sepanjang jalur tersebut.
Proyek ini menjadi solusi jangka pendek demi mengatasi keluhan masyarakat dan wisatawan yang kerap terganggu oleh fenomena banjir rob.
“Trotoar rencananya didesain lebih lebar, bisa dilewati dua sepeda motor. Elevasi atau ketinggian trotoar juga akan kami tinggikan supaya tetap aman dilewati dan tidak terendam saat banjir rob melanda,” jelas Edy Prabowo. (Adv)






