AksaraKaltim – Pekan depan Wakil Wali Kota Bontang Agus Haris bakal bertandang ke Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat (Sulbar). Tujuannya untuk memastikan pelabuhan yang bakal digunakan untuk jalur kapal laut Bontang-Mamuju bisa beroperasi.
Wakil Wali Kota Bontang, Agus Haris mengatakan untuk pelabuhan Loktuan, Bontang sudah tidak ada persoalan lagi, karena kajian untuk pelabuhan tersebut telah rampung.
“Minggu depan saya ke sana untuk memastikan pelabuhan di sana, mana yang sesuai dengan kapal yang akan digunakan jalur Bontang-Mamuju,” jelasnya, Selasa (16/12/2025).
Kata dia, jangan sampai ukuran pelabuhan yang akan digunakan jalur laut Bontang-Mamuju tidak sesuai dengan dimensi kapal yang bakal digunakan.
“Jalur ini ditargetkan bakal beroperasi pada 2026 mendatang,” paparnya.
Disinggung soal kedatangan Bupati Mamuju ke Bontang pada 2022 lalu dan menawarkan Pelabuhan Belang-belang untuk digunakan karena pelabuhan itu dinilai representative untuk pelabuhan jalur Bontang-Mamuju, Agus Haris merespons positif.
“Salah satunya pelabuhan itu yang bakal saya datangi untuk ditinjau,” terangnya.
Diketahui Pelabuhan Belang-belang memiliki ukuran terbilang besar, dengan tiga dermaga. Rincian dermaga satu memiliki ukuran 15×90 meter, dermaga dua dengan panjang dan luas 100×15 meter dan dermaga tiga skala 15×104 meter. Dengan kedalaman laut berkisar 7-9 meter.
Rencananya jenis kapal laut yang akan dipakai nanti, memiliki kapasitas untuk bisa mengangkut sekitar seribu penumpang dan juga barang atau bahan pokok, dengan tinggi mencapai tiga tingkat.
Menurut Agus Haris, salah satu tujuan jalur laut Bontang-Mamuju untuk memudahkan pasokan bahan pokok dari Sulawesi ke Bontang. Sehingga tidak hanya berharap pasokan dari Pulau Jawa. Jika terealisasi, perputaran ekonomi diyakini bisa semakin meningkat kedepannya. Ditambahn lagi alur penumpang Bontang-Mamuju dinilai cukup tinggi.
“Itu menjadi alasan kenapa kajian Bontang-Mamuju langsung disetujui Kemenhub kemarin. Karena pengapalan pertama sudah ada keuntungan sekitar 19 persen,” ujarnya.
Di akhir disampaikan, sejauh ini sudah ada dua perusahaan kapal swasta yang menawarkan diri. Dari kedua tersebut bisa diputuskan mana yang akan dipakai untuk jalur laut Bontang-Mamuju. Karena ada beberapa aspek yang harus diperhitungkan, mulai dari ukuran kapal, kualitas, kelayakan dan lainnya.
“Tentunya ekonomis apa tidak nantinya (tiket kapal),” diakhirinya.






