AksaraKaltim – Komitmen Pemerintah Kota (Pemkot) Bontang dalam menekan angka stunting secara konsisten mulai menunjukkan hasil positif. Berdasarkan hasil penimbangan serentak terbaru di berbagai wilayah, di sejumlah kelurahan di Kota Taman kini sukses mencatatkan angka stunting di bawah 10 persen.
Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni mengatakan satu sisi dia memberikan apresiasi terhadap kinerja pihak yang terlibat dalam membantu pemerintah menekan kasus stunting.
Sejauh ini terdapat beberapa kelurahan yang angka stuntingnya berada diangka satu digit, tentunya ini merupakan kabar cukup baik. Sehingga kedepannya Pemkot Bontang dapat memeteakan langkah apa yang bisa ambil unutk menekan kasus tersebut seminim mungkin.
“Harapannya semakin banyak kelurahan yang angka stuntingnya satu digit (di bawah 10 persen),” paparnya belum lama ini.
Kata Neni, meski angka tersebut belum dinyatakan sebagai data final, tapi upaya keras pemerintah selama ini menunjukkan tren positif dalam menangani kasus tengkes.
Dipaparkan, program penanganan stunting terus dilakukan sejauh ini. Mulai dari pemantauan tumbuh kembang balita, pemberian makanan tambahan, edukasi gizi kepada keluarga, hingga peningkatan kualitas layanan kesehatan ibu dan anak.
“Yang terindikasi stunting akan didata kembali oleh Dinkes, apakah masuk kategori stunting apa tidak,” paparnya.
Di akhir penyampaiannya, Neni berharap sinergi dan kolaborasi erat antara jajaran pemerintah, tenaga kesehatan, kader posyandu, hingga kesadaran penuh dari masyarakat dapat menjadi kunci utama akselerasi mewujudkan Bontang bebas stunting.
“Yang paling terpenting sekarang adalah memastikan datanya benar dan intervensi yang kita berikan tepat sasaran. Dengan skema yang terukur begitu, kita optimis angka stunting di Bontang bisa terus ditekan secara berkelanjutan,” pungkasnya. (Adv)






