AksaraKaltim – Perpustakaan kini tidak lagi dipandang sekadar tempat menyimpan dan meminjam buku. Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (DPK) Kota Bontang tengah mendorong transformasi perpustakaan menjadi ruang publik yang nyaman, inklusif, dan menyenangkan.
Perubahan konsep tersebut dilakukan untuk menyesuaikan kebutuhan masyarakat yang semakin beragam dalam memanfaatkan fasilitas publik. Berbagai sarana pendukung seperti ruang bermain edukatif, area diskusi, hingga ruang kegiatan komunitas mulai dihadirkan untuk menarik lebih banyak pengunjung.
Kepala Bidang Perpustakaan DPK Bontang, Indra Nopika Wijaya, mengatakan masyarakat perlu memahami bahwa fungsi perpustakaan telah berkembang jauh dibandingkan sebelumnya.
“Kita mengedukasi ke masyarakat bahwa perpustakaan itu bukan cuman untuk meminjam buku, membaca buku, menyimpan buku, tapi sudah bertransformasi sosial. Jadi, anak-anak bisa ke perpustakaan bisa rekreasi juga gitu,” ujarnya, Rabu (3/6/2026).
Menurutnya, perpustakaan kini menjadi ruang ketiga setelah rumah dan tempat kerja yang dapat dimanfaatkan masyarakat untuk berbagai aktivitas positif.
Berbagai komunitas juga mulai memanfaatkan fasilitas perpustakaan sebagai tempat berkegiatan dan berbagi pengetahuan. Kondisi tersebut berdampak pada meningkatnya jumlah serta keragaman pengunjung perpustakaan dari berbagai kelompok usia.
“Melalui transformasi tersebut, perpustakaan diharapkan menjadi ruang publik yang inklusif sekaligus mampu menumbuhkan budaya literasi di tengah masyarakat,” harapnya. (Adv)






