AksaraKaltim – Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Bontang terus mendorong pembenahan sistem digital guna mendukung pengelolaan pajak daerah dan meningkatkan kualitas layanan yang semakin terintegrasi.
Kepala Bapenda Kota Bontang, Natalia Trisnawati, dalam arahannya menekankan pentingnya kesiapan dan percepatan migrasi sistem aplikasi, khususnya yang berkaitan dengan layanan serta pengelolaan pajak daerah.
Menurutnya, sejumlah aspek teknis perlu dipersiapkan sejak awal, mulai dari penataan server, jaringan, integrasi aplikasi hingga keamanan data. Persiapan tersebut diperlukan agar proses migrasi dapat berjalan lancar dan terarah.
“Salah satu yang menjadi perhatian adalah migrasi aplikasi Sistem Informasi Manajemen Objek Pajak (SISMIOP) dan Elektronik Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (e-BPHTB),” paparnya.
Selain itu, penataan server aplikasi pajak juga dipersiapkan agar ke depan dapat terintegrasi dengan infrastruktur Pemerintah Kota Bontang melalui Diskominfo.
Pembahasan turut mencakup rencana pengembangan jaringan fiber optik, integrasi aplikasi melalui SuperApps, serta penguatan sistem keamanan dan pengelolaan data.
Natalia mendorong agar seluruh persiapan teknis dilakukan lebih awal sehingga proses migrasi dapat berjalan sesuai tahapan dan seluruh sistem siap dipindahkan dengan baik.
Pembenahan ini tidak hanya ditujukan untuk meningkatkan sistem internal pemerintahan, tetapi juga memastikan layanan pajak daerah ke depan semakin terintegrasi, aman, dan mudah diakses masyarakat.
“Langkah tersebut menjadi bagian dari persiapan data dan dokumen pendukung untuk Championship TP2DD 2027,” ungkapnya.
Melalui pembenahan sistem digital ini, Bapenda Kota Bontang berharap pengelolaan pajak daerah semakin optimal dengan dukungan infrastruktur teknologi yang terintegrasi, aman, dan mampu menunjang pelayanan kepada masyarakat.






