Kaltim  

DBD di Kaltim Diklaim Menurun, Balikpapan Tertinggi Capai 987 Kasus

Ilustrasi nyamuk DBD. (Istimewa).

AksaraKaltim – Penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) masih menjadi ancaman serius bagi masyarakat Kalimantan Timur (Kaltim). Meski begitu, tren kasus DBD di provinsi ini menunjukkan penurunan signifikan dalam dua tahun terakhir.

“Kesadaran masyarakat sangat penting dalam mencegah penyebaran DBD. Mari bersama-sama menjaga lingkungan agar tetap bersih, menghindari genangan air, dan segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan jika mengalami demam yang tidak biasa,” ujar Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kaltim, Jaya Mualimin saat menjadi pembicara terkait waspada demam berdarah Dengue, secara virtual, Jum’at (10/10/2025).

Menurutnya, langkah paling efektif untuk mencegah penyebaran DBD adalah dengan menerapkan gerakan 3M Plus, yakni menguras tempat penampungan air, menutup rapat wadah air, memanfaatkan kembali atau mendaur ulang barang bekas yang dapat menampung air, serta menambah tindakan plus seperti menjaga kebersihan lingkungan, mengubur barang bekas, dan membakar sampah yang berpotensi menjadi sarang nyamuk.

BACA JUGA:  Sepanjang 2022, Kasus DBD di Kaltim Capai 3.034

Setelah pandemi COVID-19 usai, kasus DBD sempat meningkat tajam hingga mencapai 6.000 kasus dalam setahun. Namun berkat upaya pencegahan dan inovasi penanganan, angka tersebut terus menurun.

Pada tahun 2023, tercatat 45 kasus kematian akibat DBD, sementara hingga September 2025, jumlahnya menurun drastis menjadi 11 kasus.

Meski begitu, beberapa daerah masih menjadi fokus perhatian karena tingginya jumlah kasus. Kota Balikpapan menjadi penyumbang terbanyak dengan 987 kasus, disusul Kutai Kartanegara 689 kasus, dan Samarinda 544 kasus, Kutai Timur 400 kasus, Bontang 287 kasus, Paser 272 kasus, PPU 174 kasus, Kubar 166 kasus, Berau (51 kasus) dan Mahakam Ulu 8 kasus

BACA JUGA:  DBD Renggut Dua Nyawa di Balikpapan

Adapun sebaran kematian akibat DBD lebih merata, masing-masing dua kasus tercatat di Kutai Barat dan Kutai Timur, sedangkan sisanya terjadi di Paser, Bontang, Kutai Kartanegara, Penajam Paser Utara, Berau, Samarinda, serta Balikpapan.

Kaltim tergolong daerah endemik karena memiliki iklim tropis dengan pola hujan yang tidak menentu. Kondisi ini sangat ideal bagi perkembangan nyamuk Aedes aegypti, yang mampu terbang sejauh 100–200 meter dari tempat berkembang biaknya.

Analisis Dinkes menunjukkan bahwa sebagian besar kasus DBD terjadi pada anak-anak usia sekolah di bawah 14 tahun. Karena itu, pihaknya menjalin kerja sama dengan sekolah-sekolah dasar untuk melakukan edukasi dan pemeriksaan dini.

BACA JUGA:  Kasus DBD di Kaltim Tembus 2.210, Balikpapan Tertinggi

“Kami mewajibkan seluruh fasilitas kesehatan, baik rumah sakit maupun puskesmas, untuk menyediakan tes cepat DBD. Hasilnya bisa diketahui dalam waktu 15 menit agar penanganan bisa dilakukan sedini mungkin,” ujar Jaya

Dinkes Kaltim mengingatkan, sarang nyamuk umumnya ditemukan di wadah-wadah air tergenang seperti botol bekas, kaleng, pot bunga, dan tempat minum hewan. Karena itu, masyarakat diminta rutin melakukan pemberantasan sarang nyamuk di lingkungan masing-masing.

“Nyamuk ada di sekitar kita, tapi dengan menjaga kebersihan lingkungan, mereka tidak akan berkembang biak. Mari bersama wujudkan Kaltim bebas DBD,” tutup Jaya.

news-0512-mu

yakinjp


sabung ayam online

yakinjp

yakinjp

yakinjp

rtp yakinjp

yakinjp

yakinjp

yakinjp

yakinjp

yakinjp

yakinjp

yakinjp

yakinjp

yakinjp

judi bola online

slot thailand

yakinjp

yakinjp

yakinjp

yakinjp

yakinjp

ayowin

mahjong ways

judi bola online

8801

8802

8803

8804

8805

8806

8807

8808

8809

8810

8811

8812

8813

8814

8815

8881

8882

8883

8884

8885

8886

8887

8888

8889

8890

8891

8892

8893

8894

8895

8941

8942

8943

8944

8945

8946

8947

8948

8949

8950

8951

8952

8953

8954

8955

9001

9002

9003

9004

9005

9006

9007

9008

9009

9010

9011

9012

9013

9014

9015

8821

8822

8823

8824

8825

8826

8827

8828

8829

8830

8831

8832

8833

8834

8835

8901

8902

8903

8904

8905

8906

8907

8908

8909

8910

8911

8912

8913

8914

8915

8956

8957

8958

8959

8960

8961

8962

8963

8964

8965

8966

8967

8968

8969

8970

9016

9017

9018

9019

9020

9021

9022

9023

9024

9025

9026

9027

9028

9029

9030

8021

8022

8023

8024

8025

8026

8027

8028

8029

8030

8841

8842

8843

8844

8845

8916

8917

8918

8919

8920

8921

8922

8923

8924

8925

8926

8927

8928

8929

8930

8971

8972

8973

8974

8975

8976

8977

8978

8979

8980

8981

8982

8983

8984

8985

9031

9032

9033

9034

9035

9036

9037

9038

9039

9040

9041

9042

9043

9044

9045

8036

8037

8038

8039

8040

8846

8847

8848

8849

8850

8931

8932

8933

8934

8935

8936

8937

8938

8939

8940

8986

8987

8988

8989

8990

8991

8992

8993

8994

8995

8851

8852

8853

8854

8855

8856

8857

8858

8859

8860

8861

8862

8863

8864

8865

8866

8867

8868

8869

8870

8871

8872

8873

8874

8875

8876

8877

8878

8879

8880

8996

8997

8998

8999

9000

9046

9047

9048

9049

9050

9051

9052

9053

9054

9055

10001

10002

10003

10004

10005

10006

10007

10008

10009

10010

10011

10012

10013

10014

10015

10016

10017

10018

10019

10020

10021

10022

10023

10024

10025

10026

10027

10028

10029

10030

news-0512-mu